Sajak Seorang Dara

oleh
  1. Air Mata Ibu oleh Kharisma Damayanti

 

Mengapa aku baru tahu

Air matamu tak pernah kering

Menggenangi hatimu bertahun-tahun

Tak bisa ku hitung

Berapa banyak ratapmu pada Tuhan

Untukku

Betapa berat kau sembunyikan kesedihan

Demi aku

                     Ilustrasi

Aku belajar satu hal darimu

Air mata bukanlah jawaban keputusasaan

Melainkan kekonyolan yang lebih baik disimpan

Rapat-rapat agar tak seorangpun menyekanya

Tangis hanya untuk kita miliki seorang diri

Tak usah berbagi

Tak penting dikasihani

 

Tapi kau pernah salah

Kau punya banyak mata dan tangan di sekitarmu

Siap merangkul dan menopang resah

Bahkan aku anakmu

Sisakanlah sedikit untukku,  bu!

Cerita tentangmu yang tak pernah ku tahu

Agar aku bisa merasakannya tanpa harus kehilangan lebih dulu

Terlambat sudah menyadari penderitaan batinmu karena aku

 

Tidakkah kasihan padaku

Mengenang yang ada padamu

Berjuang sendiri

Berdamai dengan takdir

Menerima kenyataan getir

 

Mengapa tidak sedari dulu

Kau coba percaya padaku

Mengatasi kalutmu

Sekarang telah aku temui sesal

Menelan mentah-mentah

Kejujuranmu dengan kepergian yang menakutkan

(2016)

 

2. Sajak Seorang  Hawa

Semesta,
Bantu aku mengabarkan
Pada salah satu di antara para adam
Yang masih mengambigu
Di  kesunyian yang  kusebut  rindu

Aku menunggunya di gurun  tandus
Membiarkan segalanya  meranggas  tak  bersisa
Kecuali akan ia temui
Kaktus yang mulai jengah kupelihara
Dengan duri-duri telah merabik
Di almanak tahun ini

Kabarkan,
Aku tengah menantinya
Membebaskanku  dari  gersang
Menyinggahi oase guna  lepas  dahaga
Mengajakku  pulang  ke  muara  bersama
Sebab telah lama aku mengangankannya

Sampaikan,
Setiap malam panjang
Kucoba meraba gemerlap bintang
Yang berkelip-kelip membingkai hitam
Menerka  ribuan  gugus bertebaran
Apakah Tuan Sirius ada diantaranya

Duhai semesta,
Kabarkan secepatnya pada siapapun dia
Untuk menggenang dalam gurun tandusku
Aku tak mau berlama-lama
Setia membina keranggasan
Nyaman bersedekap bersama kekosongan

 

Terlahir  31 Agustus 1995 dengan  nama  Kharisma  Damayanti (nama  pena  De  Kiyara). Sementara  berdiam  di  kaki  lereng  Gunung  Lawu  Magetan Jawa  Timur. Pemimpi  yang  riang. Suka  bercanda  juga  tertawa. Sedang  berjuang  mewujudkan  mimpi  yang  sempat  tertunda.