Makhilatul Jan’nah gadis Cirebon, mempersembahkan Sajaknya untuk Negeri ‘Gelandangan’

oleh

Gelandangan

Disudut kota yang terpencil
Terpampang gedung-gedung yang tinggi begitu megah
Gerumunan kendaraan berlalu lalang
Mengintai pelosok daerah yang kumuh
Bising suara dari trotoar begitu ramai
Asap knalpot bercampur udara yang menyesakkan dada.
Ia duduk dengan lembaran kardus yang usang
Beralaskan tanah yang lembab
Mungkin hujan mampir menyiksa persinggahannya.

Gelandangan,
Mungkin itu orang menyebutnya
Wajahnya begitu lemah dan renta
Tulang berselimutkan kulit,
Tertidur meringkuk,
Jemari mengepal memeluk tubuhnya.

Kejam,
Mungkin hatinya berteriak demikian
Akankah uluran tangan akan menariknya
Keluar dari kisah yang begitu kelam …

Tangerang, 17 Februari 2017