Mahilatul Jannah Mempersembahkan Karya Puisi ‘Kitab Penyihir Aksara’

oleh

Saat raga tak lagi berdaya
Hanya jiwa yang menjerit kesakitan
Lembaran demi lembaran telah ku arungi
Kegelapan ketika hati rapuh tak tertata
Namun cahaya menerangi bak permata yang kemilau
Setiap langkah …
Ku dapati hal baru,
Kutulis dan ku kenang dalam kitab aksara
Hingga ku terasa,
Perjalanan ini melayangkan diri ini pada sebuah impian yang nyata
Aku tersihir,
Oleh naungan kebesaran-Nya yang indah
Memejamkan mata penuh rasa
Menikmati angin sepoy yang menenangkan
Masuk hingga menembus pori-pori kulit

Kitab Penyihir Aksara

Makhilatul Jannah

Aahh ….
Inilah nikmat yang begitu besar
Udara yang ku hirup dengan penuh kelihaian
Meraba hidung dengan kelembutan.
Aksara ku tak sanggup mengungkapkan
Meski sudah tersusun menjadi kitab
Namun sihir-Nya tak cukup ku tuangkan dalam kata-kata …
Terlalu besar gambaran yang ku tatap
Hingga tak mampu ku jelaskan seisi bumi
Yang ku tau
Inilah,
Nikmat dari sang Penguasa Jagat Raya …