Sajak Merry Moe, Penyair Muda Jawa Timur

oleh

Merry Moe
Apa yang dapat kau sombongkan,
Sederet gelar di depan dan di balik namamu?
Apa yang dapat kau banggakan,
Selangit tinggi jabatan yang kau ampu?

Bila tanah kubur tetapkan basah
Bila liang lahat tetap terbuka nan lebar untukmu
Mampukah engkau mengelak?

Masih mampukah engkau menyungging bibirmu,
Memiringkannya bersebelah menyakitkan,
Atau masih bisakah kau keryitkan keningmu,
Sembari memincingkan ekor mata hinaan,

Boleh
Bisa
Silahkan
Jika setiap hela nafasmu kau bayarkan
Dengan setiap lecutan cemeti siksa

Blitar di ujung gerimis,
13032017

Manusia Pasir

Ombak putih berarak mencium bibir pantai
Angin sepoi mengalun membawa nada sumbang pagi Berita apa kekawan gerangan yang kan terungkap? Adakah berita sumpah serapah manusia berdasi penguasa negeri?
Adakah berita duka lara banjir, petir, angin puting beliung yang memporak-porandakan bumi?
Pengingat manusia untuk lebih manusiawi
Pengingat manusia untuk berbenah diri
Pengingat manusia bahwa ada hidup setelah mati
Haruskah aku menjadi manusia pasir
Yang mengalir berjalan di atas takdir
Pasir rapuh penyerap pilu
Hijau, kuning, putih pun ungu
Semua terserap tiada, memilih
Manis asin harum pun amis
Busuk raga, hancur jiwa
Kupeluk, kuregguk penuh cita
Ijinkan aku terdiam sesaat
Menyerap setiap syair terucap
Mengkaji diri temukan arti
Hingga ku siap menghadap
Dalam peluk suci
Abadi
Mati

Blitar,08032017

Titiek Setyani (Merry Moe) pemimpi. Berkarya untuk sesama. Jl. Karya Barat No 17 Gedog Sananwetan Blitar Kota.