Say_chou mempersembahkan Karya Puisi ‘Kesombongan Runtuh dalam Perenungan’

oleh

KESOMBONGAN RUNTUH DALAM PERENUNGAN

Oleh Say_chou

Mentari senja menggulung bersembunyi
Perlahan petang menyandingi
Gerimis seakan menggelitik Kalbu rohani
Kilatan petir pun memotret kehidupan yang penuh kehampaan diri

Hamba mulai menggambarkan hamparan kehidupan dalam hayalan
Mencoba meneropong dan menyusuri, mencoba meneliti seraya mencari jati diri

Sungguh bagai rintik gerimis, mata ini menangis
Sungguh bagai ribuan kilat menyambar, raungan kalbu ini pun berteriak liar

Tercabik karena kesombongan diri mulai terkikis
Tertampar karena khayalan harapan akan kehidupan mulai menghambar

Hamba yg begitu faqir bertanya tanya dalam kala hilangnya senja
Siapakah aku?
Dimanakah aku?
Apakah aku?
Bagaimanakah aku?

Sungguh ironi karena Berbagai pertanyaan itu mengemuka
Ketika diri ini berusaha menemukan jawabnya
Sungguh hanya kehinaan dan kemunafikan yang ditemui diri
Dan Semua itu terangkum dalam perenungan yang hakiki
Seketika itu juga berbagai kesimpulan pun mulai menyeruak
Menabrak dan Menerobos dinding hati yang begitu rusak
Bagaimana diri ini dapat mengetahui Tuhannya sedangkan untuk mengetahui diri sendiri pun segala upaya tak berdaya

Teringat nada dan irama beserta lirik yang menggetarkan hati
menyayat indra perasa
Dan juga mencabik nurani
dalam berbagai kesombongan jiwa

_Meski ku rapuh dalam langkah, kadang tak setia kepadamu. Namun cinta dalam jiwa hanyalah padamu. Maafkanlah bila hati tak sempurna mencintaimu. Dalam dada ku berharap hanya dirimu yang bertahta._

Kini hati ini telah terkoyak dalam raungan kenistaan
Hingga pada akhirnya kesombongan pun runtuh dalam perenungan

Muhammad Syaikhu El Islami. Lahir di
Malang 6 februari.
Alamat Jl. Ronggowuni Singosari Malang Jawa Timur.
Mengenyam pendidikan MI Al-Ma’arif 02 di Jl. Masjid Singosari. SMP Negeri 03 Pagas Singosari. SMK Negeri 01 Mondoroko Aingosari. Setelah SMK belajar agama dari pondok sekitar rumah, sekarang mencoba menekuni bisnis roti sebagai cabang outlet, sekaligus sebagai pegawai CV Kopesera.


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama