Puisi Seruan Karya Say Chou

oleh

Seruan saru
@Say_Chou

Gerimis memulai tanding antara langit dan bumi.. Teguh lurus menghujam meski bumi menepis lembut seakan tanda cinta penciptanya.. Membelai setiap dusta membentuk muara. Merdu mesra bagai nyanyian semesta..
warung warung yang berpenghuni bercengkrama bermusyawarah tentang cara bagaimana menggapai gugusan galaksi
Meradang menyengat panca indra khayalan mimpi atau realitas tanpa batas
terkonduksi mencacat mental atau nurani..
Mengenaskan, terhujam ribuan sembilu moksa bermahkota siluman penghasut iblis
Bagaimana bisa manusia mendominasi angkara bersarung durjana atau memar berjubah petaka
Bagaimana tidak heran para syetan, bingung lari terbirit birit sebab pencahariannya seakan di cabik cabik
Para penghuni kalangan bawah merampas kemelaratan seakan cemburu jika dunianya dibagi
bukan rela hanya terpaksa..


Pengemis menyisir aspal seakan patroli menggelandang lusuh terhempas asap kotornya rohani
Siapakah yang salah?
Ketika kejahatan merajalela
Ketika para diktator berkecak pinggang
Ketika anak bangsawan semena mena
Ketika para penguasa berkoar janji tanpa simpati
bagai proklamator pencaci syaiton di depan khalayak ramai namun justru mengabdikan diri kala suasana sepi
Aaaarrrrggghhhh..
indra Perasaku mencium ungkapan seakan tak beragama
Memicingkan mata mendeteksi prahara
Aaaarrrggghh..si bangsat bergaya..

Singosari, 19 maret 2017