Tesi Karlina, gadis asal Sumbar menulis Puisi ‘Rindu yang Tertunda’

oleh

Rindu yang tertunda

Rintik hujan penghapus jejak jalanan
Suara gemuruh teriakan memanggil pulang
Panggilan dari tanah kelahiran, tanah tumpah darah
Rindu pulang tapi tanah melayu seakan menahan pergi.

Menghitung hari mengadu nasib di rantau orang
Lama dan lama rasanya menahan kepulangan ini
Bertanya kepada hari yang tak kunjung menjawab
Dan senja yang tak mampu memberikan arti.

Melewati hari dan menelusuri mimpi
Menambah pengetahuan mewujudkan cita-cita
Tanah rantau tempat mengadu nasib
Tanah minang tempat kembali pulang.

Selalu teringat dan terbayang senja pengantar pulang
Burung pun menghitung kepakan sayap beradu pulang
Diikuti irama jangkrik pengiring jalan
Jalan pulang ketempat peraduan.

Tesi karlina dilahirkan di Muaro sebuah kota kecil yang berada di Sumatera Barat tepatnya 13 april.