Detup Kartini Karya Jamilaturrosyidah

oleh
Detup Kartini
Karya: Mila (Jamilaturrosyidah)
Matanya menyalak meski helai helai rambut menunduk.
Membingkis tabir rindu pada secengkram pensil dan papan mahoni kering.
Beralas mimpi, sukar sekali terbangun.
Kala singsingan lengan fajar, berujar segala macam larangan. Remaja tabu akan cinta, terbelenggu nikmat celah jendela.
Alis legam hitam, termuat 12 tahun silam, mendekam di sudut ruang remang.
Tiada tembakan yang menembus paru dan jantungnya.
Senapan tak mengoyak kulitnya, setumpul pensil tercoret di lembaran coklat setiap malam.
Tengah semuanya tenggelam dalam bunga berayun perlahan. Matanya masih menajam, membakar atom mimpi di dasar hati, sampai mati pun ia kuekuh pergi. Menyisakan cakaran di harapan bingkai kemalangan.
Paras elok nan rupawan,buatnya enggan bertahan. Tamparan dan maki, menyosot dilantai menyembah kaki si suami.
Ibunya, kelakar kebanggaan sekaligus jurang kepedihan.
Berbusa, dijelaskan ajaran islam. Kebudayaan mencecik ujung mimpinya, melalui suratnya bercerita nikmatnya hidup menjadi wanita jawa.
Nikmatnya mimpi tertelan bingkisan mahar dan terpelanting kerasnya pernikahan tak ia harapkan. Salam perempuan pewaris jiwa Kartini,