Winda Seorang Gadis Cilacap Menulis Puisi ‘Setelah Perang’

oleh -62 views
Setelah Perang
Winda

Kisahmu tersiarkan berita televisi
Seantero negeri mendengar jerit tangismu,
jalanan berdarah,
sungai-sungai bergelimpangan mayat
juga puing-puing istana berserakan
hancur lebur serupa keyakinan
yang menggantung di dadamu


kau pun serupa anak bebek berjalan kesana kemari
mencari sisa kehidupan.
andai kau tak menjual keyakinanmu,
mungkin kau selamat
dari kematian dunia,
tapi semua terlambat.
doa-dan darahmu tertolak langit
darah itu mengaliri tubuhmu,
menyirammu dengan doa paling khianat

Cilacap, 20 Desember 2016