PUISI : Ziarah Rindu

oleh

Selamat pagi sayang,

Lagi-lagi ini masih tentangmu

Masih tentang rinduku yang senantiasa ingin menziarahi hatimu.

Dalam suratku kali ini, aku hanya ingin menyampaikan betapa kau telah memenjarakan hatiku,hingga akan tetap di sini diam menunggu kau datang membawa satu-satunya rindu yang kau punya hanya untukku.

 

Datanglah sayang,

Bawakan aku rindu dan cintamu, setelahnya rindu dan cintamu akan aku masukkan ke dalam pembendarahaan hatiku, dan kemudian kukunci erat-erat,kunci itu akan aku lemparkan jauh-jauh sehingga seorangpun tak dapat mengambilnya lagi.

Kau harus tahu sayang,

Bahwa kata sapamu di setiap pagi adalah pelukan terhangat untuk hatiku, seperih apapun rindu jika itu teruntukmu akan selalu membahagiakanku.

Aku tak butuh kau petikkan aku bintang atau rembulan, aku hanya ingin kau jaga hatimu untukku,menyimpan satu-satunya rindumu untukku, hanya itu sayang.

 

Sayang, rindu yang kurasakan kini adalah rindu terindah yang kupunya, rindu yang aku rasakan kemudian tercurah dalam penantian yang tertunda oleh kau yang terpisah oleh jarak dan waktu.

 

Hei sayang,

Rindukah kau padaku?

Tanpamu keindahan dunia seperti hilang

Tanpamu, aku tersesat tanpa arah.

Sayang,

Kau yang selalu membuat sajak-sajakku selalu ada

Kau yang selalu menganyamkan kisah yang tak pernah habis menjadi bait-bait yang senantiasa mengalir.

 

Masih tentang rindu yang selalu kutuliskan dan menjadikan setiap waktu terlewatkan selalu tentangmu.

 

Sayang,

Rindu ini kadang seperti teh, yang selalu kita nikmati setiap paginya, menghangatkan pagi,datang kala dingin pagi menghampiri, dalam merinduimu hati tak mengenal ragu-ragu.

 

Sayang,

Kau selalu bertanya, mengapa terkadang aku lebih memilih tidur daripada harus berkumpul dengan kawanku?

Iya, karena bagiku tidur adalah satu saat aku bisa bersamamu, kemudian terbangun dengan rasa ingin mengulang-ulang mimpi.

 

Sayang,

Merinduimu itu nadi, mencintaimu adalah nyali jangan paksa aku hidup tanpa keduanya.

Terakhir sayang,

Dalam jejak-jejak rindu aku selalu menemuimu. Tapi, dari kejauhan pandanganmu tak pernah ada aku.

Semoga kau selalu baik-baik saja sayang.

 

Kepada nama yang selalu melayari pikirku,

Bulukumba,9 April 2015