Apill, Karya A. Fahmi Muslih Penyair Muda asal Yogyakarta

oleh
 APILL 
/Merah/ Kubungkam jalan saat sekilat rubi bersandar menyampaikan tapak tangan, serupa acungan lima jari vertikal yang tegap pada persilangan pasar, sesak asap-asap bertabrakan. Jangan menghampiri bayang-bayang duka. Berhentilah, menenangkan langkah pada sepetak surau, melalau air mata dan darah.
/Kuning/ Sekerlip cahaya tiba bak kobaran api beralis kental, sarat gerak-gerik curiga, seperti halnya terik yang melelahkan, menguas ringkih pada kaki-kaki pejalan, menggait pesan siaga. Saat menyusuri langkah taburkanlah hati berlipat ganda, sejenak memilah takdir, menikmati sekujur tubuh waktu berkulit lamban.
/Hijau/ Lambaian tangan berias daun bugar melayangkan kebebasan, isyarat tanda selamat jalan, lepas arung waktu pada jembatan lurus, menapaki lika-liku dan tikungan tajam. Selagi senggang tetaplah berjalan, terus mengalir, mengembara teka-teki yang tak pernah usai, hingga mencapai tujuan. Yogyakarta, 25 Maret 2017
⁠⁠⁠⁠