Pasrah

oleh

PASRAH

Di bawah bulan tersenyum lesu

Ku teteskan air mata dari jerit hati yang beku

Saat kulihat wajah anakku terlelap berselimut pilu

Mengenggam botol dot tanpa susu

Desah tangis pun mulai pecah

Bernyanyi dibalik gunda hati yang resah

Ketika kutatap senyum anakku mulai menari di panggug gelisah

Sembari ku cacimaki kerasnya hidup yang tiada arah

Di ujung kelam yang mulai rapuh

Kurebahkan tubuhku meski berontak terus mengeluh

Meski kesal terus menjamah, dan amarah pada takdir semakin memburu

Dan dengan jubah pasrah aku berbisik di ujung malam yang semakin telanjang

Tuhan …..

“Jika takdirku terlahir untuk menderita, janganlah engkau sertakan anakku dalam duka”

Bulukumba, 3 Januari 2015

Karya :Syahbandy Dg Tapau

YABE LALE ANAKKU

(Kupersembahkan Untuk Anak Keduaku Yang Tersayang Alm.Muh. Dirham Novriansyah)

 

Yabe lale anakku

Tidurlah dengan nyenyak

Bermainlah bersama lelap

Lukislah mimpimu meski gelap terus mendesak

Tidurlah wahai anakku, bersama malaikat seribu sayap

Yabe lale anakku sayang

Pejamkanlah matamu dalam kedamaian

Disini aku selalu bertafakkur di penghujung sembahyang

Merajut doa dipucuk malam yang tak berhaluan

Yabe lale anakku

Tidurlah bersama belaian bidadari surga

Yabe lale anakku sayang

Carilah aku, jika usia dunia telah usai

Bulukumba, 25 Juli 2014

Karya :Syahbandy Dg Tapau