Puluhan Hektare Tanaman Jagung Milik Petani Lampung Tengah Diserang Hama

oleh -

Foto : Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto saat melakukan penyemprotan tanaman jagung,(foto istimewa).

Lampung Tengah, Suaralidik.com – Puluhan hektare tanaman jagung milik petani Dusun Bumi Mertani, Deaa Negara Aji Tua kecamatan Anak Tuha, Kaabupaten Lampung Tengah diserang hama jenis ulat bulu.

Akibat musibah ini para petani mengalami kerugian mencapai Rp.6 hingga 8 juta perhektare.

Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto didampingi kepala Dinas Pertanian Krisna Rajasa  langsung datang ke lokasi dan melakukan penyemprotan insektisida guna mengantisipasi serangan hama ulat bulu tersebut.

Musibah ini diketahui Bupati usai menerimap laporan warga, bahwa di daerah Anak Tuha tanaman jagung milik para petani diterserang ulat,  sehingga banyak Petani yang merasa merugi.

Melalui grup What’s para pejabat Lampung Tengah, Bupati memerintahkan langsung Kepala Dinas Pertanian untuk mengatasi musibah ini. Kamis 08/05/2019, Loekman juga langsung turun kelapangan untuk mengecek kebenarannya.

Bupati menegaskan, lebih baik dirinya lelah badan dari pada lelah pikiran. untuk  itu dirinya turun langsung ke lapangan melihat kondisi yang sebenarnya.

“Setelah melihat di lapangan bersama para tenaga ahli pertanian, saya akan melakukan rapat khusus untuk membahas bagaimana langkah apa yang terbaik untuk mengantisipasi kondisi ini,”tegas Bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Lampung Tengah Krisna Rajasa mengatakan, telah memberikan bantuan insektisida untuk mengatasi serangan hama ulat tersebut.

Dijelaskan pula, dirinya bersama bupati baru saja melakukan  penyemprotan insektisida untuk menghadapi jenis ulat semacam ini harus dengan insektisida.

“Tiga hari kemudian para petani harus melihat perkembangan ulat nya seperti apa. Jika masih ada segera di semprot kembali,”terak Kadis.

Krisna menambahkan, Dinas Pertanian Lampung Tengah telah menyiapkan kebutuhan insektisida untuk mengatasi serangan ulat bulu ini.

“Kami telah menyiapkan kebutuhan insektisida dan telah kita drop ke lokasi ini untuk mengatasi serangan ulat bulu ini. Diharapkan  dengan begitu serangan ulat bulu ini dapat segera di atasi dan tidak berkembang di daerah lainnya.”jelas Krisna.

Sementarra menurut Suseno, Petani Dusun Bumi Mertani mengatakan, ada puluhan hektare lahan petani jagung yang terserang ulat bulu.

Suseno menjelaskan bila musim hujan banyak sekali lahan petani yang terserang ulat dan petani banyak mengalami kerugian, karena sejak tanaman mulai tumbuh ini sudah di serang.

“Kmai berharap pemerintah dapat segera memberikan bantuan, seperti jenis obat, bibit tanaman,dan yang terutama pupuk sehingga para petani bisa sukses dan berhasil, agar tak ada penyakit tanaman lagi.(***edy doy).