Puluhan Pedagang Pasar Kalimbu Mengadu di LMP Sul-Sel

oleh
Puluhan pedagang pasar Kalimbu Makassar yang di gusur oleh Satpol PP kota Makassar mengadu ke LMP Sulsel, Kamis (27/10) /SUARALIDIK.com

SUARALIDIK.com, MAKASSAR – Puluhan pedagang pasar Kalimbu Makassar yang di gusur oleh Satpol PP kota Makassar pada 25 Oktober 2016 kemarin berkunjung dan mengadukan nasibnya di Markas Daerah Laskar Merah Putih Sulawesi Selatan dan di terima langsung oleh Ketua dan Sekretaris, Andi Nur Alim dan Djaya Jumain beserta anggota Laskar Merah Putih Sulawesi-Selatan, Kamis (27/10/2016).

Daeng Sila salah satu pedagang pasar Kalimbu Makassar mengatakan bahwa pihaknya diarahkan untuk segera pindah kedalam pasar asalkan pengelolah menyiapkan los yang standar dan memenuhi jumlah pedagang yang  kurang lebih berjumlah 200 pedagang.

“Oleh karena los yang di bangun oleh pengelolah atas nama Sulaeman yang berprofesi sebagai anggota TNI hanya menyiapakan kurang lebih 43 Los sehingga terkesan tidak adil karena pasti ada yang masih berjualan di luar. Ungkap Daeng Sila.

Pedagang juga mengeluhkan tingginya biaya sewa  yang di informasikan ke pedagang yakni berkisar 20 juta perlos padahal los tersebut tidak menjamin keamanan barang pedagang dan hanya berukuran 3×2 meter,Jelasnya.

Puluhan pedagang pasar Kalimbu Makassar yang di gusur oleh Satpol PP kota Makassar mengadu ke LMP Sulsel, Kamis (27/10) /SUARALIDIK.com
Puluhan pedagang pasar Kalimbu Makassar yang di gusur oleh Satpol PP kota Makassar mengadu ke LMP Sulsel, Kamis (27/10) /SUARALIDIK.com

Ketua Laskar Merah Putih  Sulawesi Selatan , Andi Nur Alim mengatakan seharusnya pengusuran tidak terjadi karena merugikan pedagang yang selama ini sudah berjualan puluhan tahun.

” Perusahaan Daerah Pasar Makassar Raya harus menyiapkan Fasilitas yang memadai jangan hanya asal asalan yang menguntung pihak tertentu dan merugikan pedagang kecil. Kami menyesalkan tindakan Satpol PP Makassar lantaran tidak memberikan penjelasan yang sewajarnya kepada pedagang sebelum melakukan pembongkaran lapak pedagang soalnya pedagang membayar retribusi 5000 perhari termasuk  juga membayar biaya kebersihan 5000 perharinya ” ucap Andi Nur Alim.

Rencananya dalam waktu dekat Laskar Merah Putih Sulawesi Selatan bersama pedagang Pasar Kalimbu akan mendatangi Walikota Makassar untuk memperjelas keberadaan pihak ketiga yang dinilai tidak profesional dan terkesan ada tindakan intimidasi.

RED; suaralidik.com-andi awal