Puskesmas Caile Kab. Bulukumba Terbanyak Peserta BPJSnya

oleh

Lidik Bulukumba – Kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan per Februari 2017 di Kabupaten Bulukumba berjumlah 283.738 orang.

Dari jumlah tersebut sebanyak 259.570 orang yang terdaftar kepesertaannya di 20 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Bulukumba sebagai fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama.

Puskesmas Caile Kecamatan Ujungbulu adalah yang terbanyak kepesertaannya dengan jumlah 28.208, peringkat kedua Puskemas Bontobahari Kecamatan Rilau Ale dengan jumlah peserta 23.043, menyusul Puskemas Tanete Kecamatan Bulukumpa sebanyak 22.993 orang. Adapun yang paling sedikit pesertanya adalah Puskesmas Manyampa Kecamatan Ujungloe sebanyak 2.748.

Selain puskesmas, faskes tingkat pertama yang bisa dipilih oleh peserta BPJS Kesehatan adalah dokter praktek perorangan. Peserta BPJS harus memilih salah satu faskes tingkat pertamanya apakah fasilitas puskesmas atau dokter praktek.

Dari data BPJS Kesehatan Bulukumba, dokter praktek yang paling banyak dipilih oleh peserta BPJS adalah tempat praktek dr. Abdur Rajab sebanyak 4.671, menyusul dr. Muh Amrullah sebanyak 4.307, serta dr. Abd Jalil sebanyak 4.280 peserta.

Selain itu data yang menarik untuk diperhatikan adalah dari total jumlah peserta BPJS, sebanyak 224.160 orang yang mendapat subsidi dari pemerintah, baik dari APBD maupun dari APBN.

Masyarakat yang mendapat subsidi tersebut berasal dari kalangan fakir miskin atau tidak mampu yang diistilahkan sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI). Jumlah PBI dari APBD sebanyak 81.717 orang sedangkan PBI dari APBN sebanyak 142.443 orang.

Saat ini pemerintah daerah terus melakukan upaya sinkronisasi antara data orang miskin penerima PBI dengan data orang miskin sebanyak 127 ribu jiwa yang tercatat di Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Bulukumba.

Data tersebut adalah data resmi orang miskin karena by name by adress. Dalam berbagai kesempatan Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto berharap masyarakat penerima PBI sebanyak 224.160 sudah termasuk dari 127 ribu warga miskin, olehnya pemerintah kabupaten terus melakukan sinkronisasi data.

Penulis : BCHT
Editor : Adhe