Pendekar Asal Takalar-Galesong Siap Hadirkan Es Batok 212 (Menu Para Pendekar) Di 3 Kota di Sulsel

oleh

Modal Rp50 Juta, Es Batok 212 Membuka 50 Cabang di Indonesia
Senin, 18 Apr 2016 | 11:58 WIB |  Menjamurnya usaha kuliner di Ibukota, Basfit Rafindo Galesong Group (BRG Group) hadir dengan  konsep yang berbeda, dengan mendirikan sebuah resto bernama “Es Batok 212.”

Menurut Den Raffi,CEO BRG, beranjak dari hobinya menonton film kolosal, maka tercetuslah nama “Es Batok 212” terinspirasi oleh legenda Wiro Sableng  atau Pendekar 212 dari serial novel yang di filmkan yang sangat terkenal di era 90’an.

“Saya kan hobi nonton film kolosal, jadi saya pikir ini menarik jika nama – nama tokoh di pakai dalam usaha saya, makanya kenapa ada Wiro Sableng, Pitung, Mak lampir, Jaka Tarub, dan sebagainya,” ujar Raffi, Minggu (17/4/2016).

Selain nama kedai, nama – nama minuman yang ditawarkan di resto 212 sangat unik, dan semuanya terinspirasi dari para pendekar dunia maya seperti, es mabok, es Angling Darma, es Brama Kumbara, es Wiro sableng, es mak lampir, es mak erot, es Sinto gendeng, es pitung, es Jaka Tarub, es Mantili, es Sembara, dan lannya. Semuanya di sajikan diatas wadah batok kelapa sebagai ciri khasnya Es Batok 212.

Berawal dari modal sebesar Rp.50 juta, dan dimulai dari usaha rumahan sejak tahun 2006 di wilayah Cilandak, kini usaha yang dirintis bersama sang istri telah memiliki lebih dari 50 kedai yang menyebar hampir di seluruh Indonesia. Bahkan sejak 2012, usaha Den Raffi berkembang menjadi restaurant di beberapa tempat di Indonesia.

Den Raffi dan Grup 212 G-Community Takalar
Den Raffi dan Grup 212 G-Community Takalar

“Di Jakarta sendiri sekitar enam, kalau seluruhnya kurang lebih 50 kedai, dengan karyawan mencapai sekitar 100 orang. Penyebarannya sudah hampir mencapai semua daerah, kecuali bagian Indonesia Timur. Kita juga punya target setiap bulan minimal buka satu kedai, hingga mencapai 212 outlet seperti nama usaha kami es batok 212,” ungkap Den Raffi.

Selain nama yang unik dan penyajian yang menarik, Es Batok 212 menawarkan rasa yang berbeda. Den Raffi menjelaskan, kualitas menjadi nomor satu. Karenanya, ada ramuan khusus yang diciptakan oleh Den Raffi, yang dijamin para penikmat kuliner akan merasa ketagihan.

“Konsep 70 persen isi buah segar, 30 persen es, ini yang membedakan, kalau di tempat lain kebalikannya, terus kami punya ramuan khusus yang dijamin aman, tidak ada bahan pengawet, dan pastinya bikin ketagihan. Jika ada pelanggan yang komplain mengenai rasa, kami akan kasih gratis. Ibu hamil 7 bulanan yang menikmati menu kami,digratisin juga,” imbuhnya.

Salah satu kedai di Jakarta, tepatnya di mall Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur, lantai dasar, depan pintu Dewi Sartika mal PGC, yang didatangi Netralnews.com, terlihat ramai dikunjungi pembeli.

Kedai Es Batok 212 yang dibuka dari pukul 10.00 WIB hingga Pukul 21.00 WIB ini, memberikan tempat yang nyaman dan bersih serta pelayannya yang ramah, menjadi keunggulan lain dari kedai ini. Selain itu, harga dari menu yang ditawarkan juga terjangkau untuk semua kalangan.

“Menu andalan kami adalah es Mabok Duren, campuran dari buah – buah segar, seperti duren, alpukat, nangka, kelapa muda, nata de coco, susu, es, dan di tambah dengan ramuan rahasia dari es batok 212,” kata Arif, pramusaji es batok 212.

Tak cukup sampai disitu, es batok 212 menyediakan ribuan tas cantik, yang akan dibagikan kepada para pengunjung yang membeli dua item dari menu yang ada. Bahkan, jika para pembeli akan kembali berkunjung ke es batok 212 membawa tas cantik tersebut, akan diberi potongan harga sebesar 10 persen.

Salah seorang pengunjung bernama Irma, datang membawa kedua anaknya hanya untuk menikmati lesatnya es mabok duren, mengaku puas dengan pelayanan dan menu yang ditawarkan kedai es batok 212.

“Beda mas rasa es disini. Segar banget. Banyak buahnya, manisnya alami, aman buat anak – anak saya. Apalagi Jakarta kan panas gini, rugi deh kalau gak mampir kesini. Apalagi dapat tas cantiknya,” kata Irma

Den Raffi menarget Insya Allah tahun ini akan kembali lirik Indonesia Bagian Timur yang fokus ke 3 kota di Provinsi Sulsel yaitu Makassar, Takalar dan Galesong.