Raja itu adalah “darah”

oleh
Luthfi Mutty

SuaraLidik.com –Dengan politik devide et impera, pemerintah Hindia Belanda berhasil memecah kerajaan Mataram lewat perjanjian Giyanti 1755, menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Jogyakarta. Dua tahun kemudian, juga lewat politik pecah belah dan kuasai, Belanda memperkecil wilayah kasunanan dg membangun pura Kadipaten Mangkunegara di Solo. Kemudian pd 1813, dg taktik yg sama belanda juga membangunan pura kadipaten pakualaman di Jogyakarta.
Luthfi Mutty
Meskipun wilayah kerajaan Mataram telah terbagi 4, dua berbentuk kerjaan dan dua lainnya hanya berbentuk kadipaten (zelfbestuur), tetapi keempat penguasa yg bertahta memiliki garis keturunan dan sumber darah yg sama, Panembahan Senopati.
Jadi kalau ada “pelantikan” raja hari ini berdasar perda, bagi saya, itu tdk lebih dari lelucon menjelang Idul Adha.
Sumber: Facebook; Luthfi mutty