Raja Lampung Angkat Bicara; Sultan Sekala Brak Lampung Mengecam Perusakan Istana Balla Lampoa

oleh
Sultan Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung SPDB Brigjen. Pol. Edward Syah Pernong SH. MH (Raja Lampung), Andi Maddusila (Raja Gowa)
Sultan Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung SPDB Brigjen. Pol. Edward Syah Pernong SH. MH (Raja Lampung), Andi Maddusila (Raja Gowa)

SuaraLidik.com – – Menanggapi polemik yang terjadi di Istana Kerajaan Gowa, Sultan Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung SPDB Brigjen. Pol. Edward Syah Pernong SH. MH sangat menyayangkan terjadinya tindakan perusakan didalam Istana, menurut Sultan Sekala Brak hal tersebut sangat tidak beradab, karena istana adalah salah satu simbol kebudayaan dari masyarakat kerajaan gowa yang seharusnya dihormati dan dijaga dengan kasih sayang, “adat istiadat ini mengajarkan kita kesantunan bukan justru melakukan tidakan merusak tatanan” terang Sultan Edward Syah Pernong.

 

Keberadaan Kesultanan dan Kerajaan yang ada di Nusantara ini sejatinya mendukung seluruh program pemerintah pusat maupun daerah, khususnya program yang memiliki dampak positif bagi pelestarian adat istiadat serta seni budaya daera. Selain itu juga raja dan sultan memimpin kerajaannya, membina masyarakatnya demi tercapai perdamaian ditengah masyarakat. Dan peran itulah yang telah diwariskan oleh nenek moyang sejak dahulu, bahkan jauh sebelum Indonesia Merdeka, Raja dan Sultan telah dahulu mengambil peran bersama masyarakat untuk terus menerus menjaga tatanan adat istiadat secara turun menurun. Tak jarang para raja dan sultan mendedikasikan perjuangan demi tegaknya NKRI. Oleh karena itulah sudah selayaknya bagi para pemegang kekuasaan politik yang ada didaerah khususnya di wilayah Kerajaan Gowa agar tidak merusak tatanan adat yang telah diwariskan dan dijaga secara turun temurun oleh para pewaris yang Hak.

 

Ikatan persaudaraan antara Kerajaan Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung dan Kerajaan Gowa terus terjalin, baik dalam silaturahmi khusus antar dua Kerajaan tersebut, maupun dalam forum Silaturahmi Nasional Raja Dan Sultan Se Nusantara, sebagai upaya merekatkan kebhinekaan demi perdamaian di bumi Nusantara ini. Oleh karena itulah tindakan merusak istana menunjukkan tindakan yang tidak menghormati simbol keagungan kebudayaan gowa, dan lebih dari itu tindakan tersebut menciderai salah satu simbol kebudayaan nusantara. Terkait pembobolan paksa Istana dan pebongkaran ruang penyimpanan pusaka Kerajaan Gowa, Sultan Edward Syah Pernong dengan tegas menyampaikan “ saudara-saudaraku di Kerajaan Gowa jangan pernah takut, mari kita jaga adat istiadat kita, pasukan putting beliung, pasukan labung angin, pasukan penggitokh alam, para bahatur dan panglima kerajaan, serta para pemberani kerajaan sekala brak yang tersebar dipenjuru Lampung, dengan titah Saibatin Puniakan Dalom Beliau, siap untuk bergabung dengan Pasukan Kerajaan Gowa menjaga adat istiadat dan simbol simbol kebudayaan Kerajaan Gowa “.

Sumber: dinding Facebook Yanie Permatasari TaslimDjafar

( Novan Saliwa : Penulis Testimoni Langsung Dari Sultan Edward Syah Pernong )