Rastono : Siswa Pemilik KIP yang Dipungut Biaya Berarti Dimakan Pungli

oleh
Photo : Kepala Bidang Pendidikan Kota Kotamobagu, Rastono Sumardi

KOTAMOBAGU, Suaralidik.Com  – Kepala Bidang Pendidikan Kota Kotamobagu, Rastono Sumardi, Kamis (7/6/2018)  menegaskan siswa yang memiliki  Kartu Indonesia Pintar (KIP) tidak dikenai biaya pungutan. Jika itu terjadi, maka siswa itu dimakan pungli.

Rastono membeberkan bahwa sekitar 3000-an siswa di Kotamobagu tercatat memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP). Program tersebut diberlakukan apabila siswa masih aktif di sekolah.

“Siswa pemilik KIP  berarti mendapatka  beasiswa. Semua pemilik kartu KIP tidak ada lagi tawar menawar dapat atau tidak dapat. Karena  semua sudah terdata secarah administrasi. KIP dilakukan melalui basis data dari sekolah masing-masing, jadi sekolah harus meng-input identitas KIP-nya di sistim,” ungkap Ras sapaan akrabnya.

“Masih aktif sekolah dia tetap akan berkesinambungan. KIP itu termasuk beasiswa yang berupa uang non tunai. Nanti kalau beasiswa sudah ada akan ada pemberitahuan dari pihak sekolah dan beasiswa terbit bakal masuk di ATM masing-masing pemilik KIP,” jelasnya.

Kalau pun ada rencama pembanguna. Misalnya Mushalla. Maka, ada yang namanya kesepakatan orangtua dan pihak sekolah.

“Kami berkomitmen tidak dan menolak pungutan dari sekolah-sekolah. Karena semua sudah ditanggung dana Bos. Kalaupun ada pungutan itu harus secara suka rela bukan karena paksaan,” tegas Tas.(***abrm/iqb)