Ratusan Mahasiswa Pangkep Turun Kejalan Tuntut Transparansi Pemotongan SPP

oleh

Pangkep, Suaralidik.com – Ratusan mahasiswa asal Pangkep yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa (IPPM) Pangkep melakukan aksi demo di Jalan Sultan Hasanuddin, depan Taman Musafir Pangkep, Sulsel, Senin (6/8/2018).

Demo Mahasiswa Tuntut Transparansi SPP Dari Disdik Pangkep

Para mahasiswa menutup jalan dan meneriakkan aspirasi mereka yang menyebabkan kemacetan sepanjang jalan poros Kota Pangkajene.

Koordinator Lapangan, Muhammad Ridwan mengatakan kedatangan ratusan mahasiswa yang tergabung dalam IPPM Pangkep untuk mengetahui alasan Dinas Pendidikan Pangkep memotong uang SPP gratis Pemkab Pangkep tahun 2018.

“Kita ingin tahu data penerima SPP gratis berapa dan kita ingin Disdik transparansi soal dana ini karena merugikan kami mahasiswa,” ujarnya ke suaralidik.com.

Dari beberapa aspirasi yang mereka teriakkan salah satunya terkait MOU yang dibangun pemerintah dengan instansi terkait tidak jelas, penyalahgunaan wewenang oleh Disdik, menolak keras adanya pengurangan.

Selain di depan Taman Musafir, rombongan mahasiswa IPPM juga mendatangi kantor DPRD dan Kantor Disdik Pangkep di kecamatan Bungoro.

PP IPPM Pangkep beserta Koord sejajaran longmarch dari kantor DPRD Kabupaten Pangekp menujur dinas pendidikan Kabupaten Pangkep bertujuan untuk melakukan demonstrasi terkait adanya beberapa penyimpangan diantaranya penyalahgunaan wewenang oleh Kepala Dinas Pendidikan dalam mengambil kebijakan terkait pengurangan dana beasiswa yang diterima mahasiswa secara sepihak dan hal itupun disinyalir adanya tindak pidana korupsi.

‌Wahyu Rifki (Ketum PP IPPM Pangkep) mengungkapkan sesuai dengan UU no.20 tahun 2001 pasal 3 dan hukum administrasi negara bahwasanya seharusnya Kepala Dinas Pendidikan Pangkep dalam mengambil tindakan tersebut harus ada koordinasi kepada kepala pemerintah dengan pihak DPRD karena langkah tersebut berpotensi merugikan daerah.

‌Menurut Kadis dinas pendidikan pangkep bahwa pengurangan itu merupakan kebijakan yang diambil untuk menutupi defisit anggaran karena pada periode ketiga pencairan ini hanya tersedia anggaran 5,9 M jika dicairkan dengan jumlah sesuai dengan sebelumnya maka ada sekitar 404 mahasiswa yang tidak mendapatkan beasiswa dari Jumlah penerima 4.501 mahasiswa dan hal tersebut membutuhkan anggaran kurang lebih 1,3M.

‌Kemudian ketua umum PP IPPM Pangkep kembali melontarkan pernyataan bahwa dari hal tersebut muncul dugaan adanya penggelapan dana beasiswa, dengan analisisnya mengajak kepada massa demonstran untuk menghitung bersama dari jumlah 4.501 penerima beasiswa jika terjadi pengurangan secara maksimal 300rb maka hasil dari itu akan didapatkan sebesar 1,35M dan kemudian di bagi menjadi 404 mahasiswa 3.341.000 kemudian dikurangi dengan jumlah maksimal yang didapatkan mahasiswa sebesar 1.700.000 maka hasilnya 1.641.000 kemudian dikalikan dengan 404 Mahasiswa, hasil dari perkalian itulah yang kemudian menjadi pertanyaan besar?.

‌Kemudian Muhammad Ridwan selaku jendral lapangan mengatakan bahwa Kepala Dinas Pendidikan enggan memberikan data penerima beasiswa dan MoU antara pihak Disdik dengan Bank BNI dan Kampus yang dituntut massa aksi, hal itulah yang membuat massa aksi geram dan memperkokoh dugaan kami akan adanya permainan anggaran. (Syaiful/Wank86)