Ribuan Warga Hadiri Malam Tahlilan Tokoh Agama di Kepulauan Talaud

oleh
Sambutan Kepala Kemenag Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulut, Yahya Pasiak.

TALAUD, Suaralidik.com – Ribuan warga di kabupaten kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, menghadiri malam tahlilan ke-7 mendiang H. Umar Abbas. Ia adalah salah seorang imam Masjid AL Anshar, kecematan Lirung. Selasa malam (3/10/17).

Sambutan Kepala Kemenag Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulut, Yahya Pasiak.

Dalam acara tahlilan tersebut dihadiri beberapa pihak seperti, dari Kementrian Agama (Kemenag) kabupaten Talaud, perwakilan Polres, dan beberapa imam masjid di kecamatan Lirung.

Kepala Kemenag Talaud, Yahya Pasiak dalam sambutannya mengatakan turut berduka cita atas meninggalnya Tokoh Agama panutan Imam Masjid Al Anshar H.Umar Abbas.

Pasiak juga mengapresiasi banyaknya warga yang hadir sebagai tanda penghormatan kepada Almarhum dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi kepada sesama manusia tanpa mengenal Agama,Suku dan Ras.

“Terbukti beliau sangat dicintai masyarakat dan jamaah,keteladanan ini perlu di contoh karena Almarhum begitu baik, berjiwa sosial dan bergaul dengan siapa saja,” Ujarnya.

Selain itu, Pasiak juga mengapresiasi Kerukunan Solidaritas, Sinergitas antar umat beragama yang terjalin erat tanpa mengenal Suku, Agama dan Ras semua masih menjunjung tinggi asas Kebhinekaan berbeda beda tapi tetap satu.menerima perbedaan dalam setiap berinteraksi.

Sementara itu Rizal Kasim, salah satu ustadz kondang di Gorontalo dalam tausiyahnya mengajak kepada umat islam untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, mempersiapkan segala bekal dengan amalan agama sebanyak banyaknya.

Diketahui tahlilan tersebut untuk mendoakan Almarhum dan menghibur keluarga dari H.Umar Abbas. Dimasa hidupnya almarhum adalah tokoh agama sekaligus Imam Masjid Al Anshar kecamatan Lirung selama 30. Mendiang H. semasa hidupnya dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi kepada jamaahnya maupun kepada pemeluk agama lain, tak heran ketika tahlilan masyarakat Lirung berbondong-bondong hadir.

Wan Pakaya