Rp20 Miliar Anggaran Pembangunan IGD RSUD Bulukumba Terancam Ditarik?

oleh
RSUD Sultan Dg Radja, Bulukumba.

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Banyak hal yang ditemukan anggota DPRD Bulukumba saat melakukan reses atau kunjungan kerja ke beberapa titik.

Selain menemukan beberapa kesalahan pengelolaan kampus Akademi Keperawatan (Akper) Bulukumba, Rombongan reses yang dikomandoi ketua DPRD Andi Hamzah Pangki juga menemukan kejanggalan dalam proses pembagunan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Dg Radja.

Ketua DPRD Bulukumba, Andi Hamzah Pangki

Dalam reses pengawasan langsung di RSUD, Selasa (5/12/2017) kemarin, Hamzah Pangki menuturkan setengah anggaran pembangunan IGD sebesar Rp.20 Miliar terancam ditarik. Ia melihat kondisi pengerjaan hingga saat ini masih sekitar 30 persen padahal masa kontrak atau deadline pengerjaan sudah di ambang batas, akan berakhir pada 16 Desember mendatang.

“Ada bantuan dari dana pusat Rp.20 Miliar kemarin, kontraknya pertanggal 16, nah kalau kami lihat disana berpeluang tidak selesai dan anggaran itu akan ditarik kembali,” ungkap Hamzah Pangki.

Meski demikian, pihak kontraktor yang mengerjakan berjanji akan berupaya menyelesaikan segala tahap pembangunan gedung IGD tersebut sebelum batas akhir berakhir.

“Saya tanya kontraktor yang yang ada, katanya sekarang sudah 70 persen tapi saya yakin baru 30 persenya selesai. Itu tidak akan bisa selesai melihat dari perkembangan pembangunanya,” tandas Hamzah Pangki.

Seperti diketahui, pembangunan Gedung IGD RSUD Bulukumba mulai dikerjakan pada Agustus 2017 lalu dengan besaran anggaran Rp.40 Miliar. Sebelumnya juga, Bupati Bulukumba A.M Sukri Sappewali telah menegaskan, tidak akan melakukan pembayaran ke rekanan atau kontraktor yang mengerjakan proyek jika tidak selesai tepat waktu.

“Jangan harap kami bayarkan jika pelaksanaan pekerjaan tidak selesai,” tegas Bupati Andi Sukri saat peletakan batu pertama pembangunan IGD RSUD Agustus lalu.

Indra Chaerunnisa