RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Terus Berbenah Menuju Akreditasi Paripurna

oleh
RSUD Andi Sulthan Daeng Radja
AM.Sukri Sappewali dalam kunjungannya ke RSUD Andi Sulthan Daeng Radja

Suara Lidik Bulukumba,– Saat ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Andi Sulthan Daeng Radja lagi berbenah, baik dari segi perbaikan sarana prasarana, manajemen maupun peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

RSUD Andi Sulthan Daeng Radja
AM.Sukri Sappewali dalam kunjungannya ke RSUD Andi Sulthan Daeng Radja

Untuk meningkatkan kualitas tersebut, pihak RSUD bertipe B ini mendatangkan tim surveyor dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) untuk melakukan survei simulasi sebelum dilakukan survei akhir atau survei sesungguhnya yang menentukan apakah rumah sakit ini layak ditingkatkan akreditasinya.

Tim Surveyor KARS yang terdiri dari 4 orang melakukan pemeriksaan sejak tanggal 20 sampai dengan 23 Maret 2017. Kempat surveyor itu adalah dr. Ramli Ika Kukuh sebagai ketua tim, serta 3 anggota yaitu dr. Wim J. Damopolii, dr. Jalil Matondang dan Christina Theresia Sinaga. Mereka selain melakukan pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen RSUD, juga memeriksa atau menelusuri ruang dan fasilitas rumah sakit.

Foto : AM Sukri Sappewali bersama Tim Surveyor KARS yang terdiri dari 4 orang melakukan pemeriksaan sejak tanggal 20 sampai dengan 23 Maret 2017

dr. Jalil menyebut dalam survei simulasi ini banyak hal yang menjadi fokus pemeriksaan, yaitu bagaimana standar pelayanannya, bangunan, peralatan serta proses operasionalnya baik medis maupun non medis.
“Dalam survei simulasi ini kita akan melihat apa-apa yang menjadi kekurangan, baik itu bangunan, peralatan dan prosesnya, olehnya itu perlu waktu untuk menindaklanjuti rekomendasi kita nantinya, setelah itu baru dilakukan survei terakhir” imbuh dr Jalil saat rapat terbatas dengan Bupati Bulukumba bersama jajaran rumah sakit di aula RSUD Bulukumba, Rabu (22/3).

Pengelolaan RSUD yang bertipe B lanjut dr. Jalil sudah diatur sesuai standar Peraturan Menteri Kesehatan (permenkes) tentang Klasifikasi Rumah Sakit, dimana di dalam lampirannya sudah ada 15 standar yang berupa dokumen yang harus diimplementasikan.
“Rumah Sakit itu sama halnya dengan hotel, ada bintang 5, ada bintang 4, 3 dan bintang 2. Nah yang bintang 5 itu sama dengan status akreditasi paripurna.” ujar dr. Jalil.

Plt. Direktur RSUD dr. Abdur Rajab mengaku siap melakukan tanggung jawab tersebut untuk memenuhi atau melengkapi semua kekurangan-kekurangan yang direkomendasikan oleh tim surveyor. “Terima kasih atas masukan-masukan dari tim KARS dalam rangka perbaikan, dan tentunya kami siap untuk terakreditasi paripurna pada bulan Mei mendatang” pinta dokter Jajja panggilan akrab direktur RSUD ini.

Tim KARS lainnya dr. Wim menyebut RSUD ini adalah satu-satunya rumah sakit regional yang mencakup wilayah selatan selatan. Sehingga menurutnya ini menjadi tantangan yang harus didukung untuk lebih maju lagi.
“SDM rumah sakit ini masih perlu ditingkatkan, dokter spesialis masih kurang dan harus ditambah, begitu pula peralatannya perlu ditambah dan diperbaharui. Potensi besar ini harus diraih oleh pemerintah dan rumah sakit” pintanya memberikan semangat dan harapan.

Adapun Bupati AM Sukri Sappewali, mengaku berkomitmen untuk menjadikan rumah sakit tersebut menjadi terpandang. Dirinya berharap pihak RSUD bekerja keras untuk melakukan perbaikan dan pembenahan sehingga masyarakat yang datang berobat menjadi nyaman. “Saya malu ketika ada masyarakat bertanya bahwa ketika masuk di rumah sakit ini, penyakitnya bertambah yakni sakit hati. Nah hal seperti itu tidak perlu lagi terjadi” kata AM Sukri Sappewali.

Setelah menyediakan alat deteksi jantung dan hemodialisis, AM Sukri mengaku tahun ini akan merancang bangun kembali Instalasi Gawat Darurat (IGD) sehingga pasien nanti akan lebih nyaman dan tidak kepanasan lagi.( Ulla/Bcht)