Rudal dan Meriam TNI AU di Bulukumba Berhasil Tembak Jatuh Target, Begini Prosesnya

oleh

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU mulai melakukan uji coba Rudal Chiron dan Meriam sistem penangkis serangan udara Oerlikon Skyshield yang berlangsung di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Kelurahan Tanah Lemo Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba, Kamis (13/7).

Uji coba ini dipimpin langsung oleh Dankorpaskhas Marsda TNI AU, T. Seto Purnomo. Nampak hadir Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali beserta Forumkopimda dan jajaran pemerintah kabupaten. Begitu pula ratusan tamu undangan beserta warga memadati lokasi untuk menyaksikan langsung kegiatan latihan ini.

Rudal tersebut merupakan alutsista terbaru TNI AU buatan Korea Selatan. Tiga Drone diterbangkan sebagai sasaran tembak. Sebelum pesawat dronenya di tembak, terlebih dahulu Rudal Chiron mengejar dan menghancurkan flyer berupa gumpalan api yang dilepaskan dari drone yang terbang. Sesaat kemudian giliran pesawat dronenya yang berhasil dihancurkan oleh Oerlikon Skyshield.

Senjata meriam Oerlikon Skyshield berdiameter 35 MM merupakan senjata jenis Penangkis Serangan Udara buatan Swiss. Senjata ini terintegrasi dengan Rudal Chiron yang mampu menembak target maksimum 7 km dengan jarak efektif 3-5 km dan ketinggian 3,5 km. Berat Rudal Chiron 20 kg dengan diameter 80 mm. Rudal ini buatan Korea Selatan dan baru pertama kali diujicoba oleh TNI.

Uji coba ini sedianya dimulai pada pukul 09.00 WITA. Namun, cuaca buruk lantaran hujan deras membuat uji coba ini terpaksa ditunda sementara. Dua drone yang sedianya ditembak oleh rudal dan meriam juga jatuh sebelum ditembak karena faktor cuaca.

Marsda TNI AU T. Seto Purnomo menyampaikan permohonan maaf, bila pelaksanaan ujicoba tersebut tidak berlangsung maksimal karena faktor cuaca. Akibat hujan dan mendung, para penonton tidak bisa melihat begitu jelas drone yang terbang. Namun Seto menggaransi senjata yang dimilikinya mampu bekerja dengan baik, terbukti drone yang berukuran dua meter itu mampu ditembak secara akurat dan tepat.

“Bukan senjata yang kita miliki tidak bagus dan canggih, tapi pesawat yang menjadi sasaran tembak rudal dan senjata itu yang tidak anti air” ujar Jenderal Bintang Dua itu.

Dikatakannya, pihaknya sudah melakukan persiapan dengan baik, kegiatan seperti itu juga adalah kegiatan latihan rutin yang harus dilaksanakan oleh Korps Pasukan Khas Angkatan Udara. (A3/RED 4)