Rumah Ambruk Saat Melahirkan, Bayi Warga Kepulauan Selayar Ini Tidak Bisa Terselamatkan

oleh
keterangan

Lidik Kepulauan Selayar – Kamis (09/02/2017) Sekitar pukul 20:00 Wita malam seorang Ibu rumah tangga warga kelurahan Benteng,Kota Benteng Kepualauan Selayar kehilangan banyinya saat melahirkan.

Foto : Kondisi rumah ibu jusni yang ambruk saat melahirkan bayinya, kamis 09/02/2017

Hal ini diungkapkan oleh Supriadi (29) suami dari Ibu Jusni (27) yang ditemui langsung oleh Suaralidik.com ( Jumat 10/02/2017) bahwa saat istrinya dalam proses melahirkan dirumahnya tiba-tiba rumah tinggalnya ambruk sementara badan banyinya belum keluar secara keseluruhan dari rahim.

Supriadi juga menambahkan jika pada malam itu rumahnya sempat dipadati oleh beberapa keluarganya yang datang melihat proses persalinan itu dan mungkin menjadi salah satu penyebab ambruknya rumahnya yang terbuat dari kayu bekas yang kabarnya hanya bantuan dari warga sekitar.
Saat rumah ambruk,Supardi kaget dan mengangkat istrinya ke rumah tetangga yang berada didepan rumahnya lalu melarikannya ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan namun sangat disayangkan Bayi imut yang dinantikannya ternyata tidak dapat diselamatkan lagi dan meninggal dunia.

“waktu maumi keluar semua badannya itu anakku,tiba-tiba rumahku ambruk karena tidak dapat menahan bebab kayunya patah karena rapuhmi juga dan istriku pun ikut terjatuh ke tanah,kemudian saya angkat cepat ke rumah tetangga yang didepan rumahku itu,baru saya bawa ke puskesmas,tidak lama dipuskesmas anakku itu sudah meninggalmi” tutur Supriadi kepada suaralidik.com pada jumat siang ( 10/02/2017).

Saat ditanya tentang pekerjaannya,Supriadi dengan muka lesuh menuturkan jika dirinya tidak memiliki pekerjaan tetap,kadang hanya menjadi pemanjat kelapa atau mengerjakan pekerjaan-pekerjaan halal yang ditawarkan oleh orang lain.

Supardi juga mengatakan kalau dari hasil pekerjaannya itu kadang mendapatkan biaya hidup bersama keluarganya sekitar 20ribu sampai 50ribu per harinya dan kadang tidak dapat sama sekali.

Hasil pantuan suaralidik.com dilokasi rumah korban,tampak kondisi rumah korban sangat memperihantinkan,ukuran rumah panggung 3×4 meter persegi atap rumah dibungkus dengan terpal penjemuran,di dalam ruangan hanya terdapat sebuah kasur dan tupukan beberapa pakaian yang langsung bersambung dengan dapur.

Sementara ada aliran listrik dibantu dari warga sekitar ( Sambung dari tetangga) kapasitas 1 balon penerangan saja.

Kabar miris yang sempat mencuak di medsos ini ternyata menarik perhatian Netizen yang akhirnya mendapat respon dan perhatian dari Solidaritas Pers kepulauan Selayar dan Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) Lidik DPC Kepulauan Selayar.

Ditempat yang berbeda saat dikonfirmasi,Ketua DPC LSM LIDIK Kepulauan Selayar,Muh Hasrul mengatakan jika hari ini juga akan segera mengunjungi keluarga korban. ( ALIF/RGL/BCHT)