Rusuh Warnai Liga 1 Arema FC vs Persib Bandung, Beberapa Aremania Pingsan

oleh -104 views
Akibat rusuh, beberapa suporter Arema pingsan

MALANG, Suaralidik.Com – Kerusuhan mewarnai Laga liga 1 2018 antara kesebelasan Arema FC versus Persib Bandung, Minggu (15/4) yang berakhir seri, 2 – 2.

Gol pertama diciptakan Arema FC melalui Thiago Furtuoso dimenit 19. Gol balasan Persib Bandung dicetak Ezechiel N’Douassel menit ke 20 dan 78.

Ketinggalan 1 – 2 membuat tim Singo Edan melakukan penetrasi diakhir-akhir babak II. Alhasil, menit ke-88, Balsa Bozonic menyamakan kedudukan 2 – 2. Pertandingaan semalam cukup menghibur Aremania dan Boboto. Keduanya tampil fight, saling menyerang.

Bintang muda Persib Febri Hariadi dengan mengandalkan skillnya kerap kali merepotkan pertahanan arema. Sebaliknya, kombinasi serangan dari dua pemain arema yang sempat dikabarkan bersitegang, Balsa Bazovic dan Thiago Furtusoso juga sering membuat pertahanan Persib keteteran.
Memasukkan Dedik Setiawan dan menarik Hanif Sjahbandi keluar di menit ke 61, Arema berniat meningkatkan daya gedor. Sayang Dedik justru harus diusir dari lapangan setelah mendapat kartu merah akibat menjegal pemain Persib menit ke 89.

Hasil imbang tak memuaskan Aremania (suporter Arema). Maklum, selama 4 pekan, Arema FC belum memetik kemenangan. Mereka merindukan tim kebanggannnya meraih poin penuh. Apalagi mereka berlaga di kandang.
Suporter Arema menjadi kecewa.

Menjelang menit terakhir pertandingan, Aremania mulai melempar botol bahkan sepatu ke tengah lapangan. Puncaknya di injury time beberapa Aremania menerobos keamanan dan mengejar pemain juga official Arema FC di lapangan.

Sangat disayangkan justru pihak tamu lah yang dirugikan. Pelatih Persib Mario Gomez harus menerima luka dikepala akibar lemparan dari Aremania. Waktu pertandingan yang tersisa dua menit juga harus dihentikan akibat insiden tersebut.

Kami menyampaikan maaf beribu-ribu maaf atas peristiwa yang terjadi. Sungguh kami juga tidak mengingkan hal seperti ini terjadi,” ujar media officer Arema FC Sudarmadji.

Atas insiden kerusuhan itu puluhan Aremania juga menjadi korban. Beberapa Aremania pingsan akibat semprotan gas air mata dan berdesak-desakan.

”Kami sudah mengantisipasi semaksimal mungkin. Pengamanan sudah maksimal, namun apa yang terjadi diluar kendali kami,” tutur panpel Arema FC Abdul Haris. ”Kami sudah mengevakuasi aremania yang menjadi korban,”tambahnya. (***iqb)