Sajak A. Fahmi Muslih ‘Layang-layang’

oleh

*Kutipan Kedua*

tujuh tahun silam, seorang tokoh dalam isapan jempolku berkata:
“menangislah, jika menurutmu itu sebuah penyelesaian. tapi jangan sampai air matamu terlalu lama meluap hingga membuatmu tenggelam”.

lalu kuambil menjadi kutipan favorit
ku kemas dalam saku
dan kusebarkan di jalan-jalan
persiapan menghadapi musim duka.

2017
*Layang-layang*
Pixbay.com
aku pergi mencari masa kecil
kutemukan aku dalam tubuh lain

sore itu tempat paling riang
tertawa akrab menjabatkan tangan

berangkat dari benang di kepala
kita mulai menerbangkan layang-layang
memanjatkan mata di tubuh udara
menaruh asa pada langit

tangan kita menggenggam mahkota
mengibas jalan merapat paripurna
melerai panah-panah angin

jangan pernah lelah membawa benang
menerbangkan layang-layang.

Sorowajan, 2017