Sajak Rizkha N Latifah

oleh

⁠⁠⁠ Balada Episode Kamu? Aku.

Kalau boleh aku tahu dimana kamu?
Dan jawablah sekedarnya
Meski hanya senyum terkulum
Dan sebuah canda terhening
Kalau boleh aku tahu dimana kamu?
Yang berjejar segar di alam sadarku
Meretas lugas tanpa alasan berkelas
Bercemas menata hati menemuimu
Kalau boleh tahu dimana kamu?
Berpenghuni tegar tanpa kelakar
Memberi kode di setiap makna peristiwa
Menunjukan intruksi pasif penuh aksi
Dzikir fajar tak perlu menghajar
Cukup kekal menjawab setiap akal
Kalau boleh tahu dimana kamu?
Agar segala sinestesia terangkai satu
Merombak gelap menuju sigap terang
Kamu, yang di setiap sewaktu menjemput
Berikan simbol dan petunjuk
Supaya aku. . .
Kesah tak bertuan berpetuah
Menjamu kamu di akhir penantian
Menjerjali setiap ikhtiar termanis
Agar tahu bahwa aku telah bersiap
Menata hati atas retorika tentang Kamu
Menjumpamu dalam raga teringan
Dan tampilan berisi laga kenangan
Kalau boleh kamu tahu aku dimana?
Menyergap aba-aba dari kamu

Blitar, 4.00 Fajar Nyata

 Sabda Perubahan

Seorang kawan bernama nona
Berhias tebal merona merah
Berlembut tipis pewarna alis
Semerbak aroma terapi lelaki
Bentukan Tuhan tanpa api
Menggelombang untaian tabir hitam
Terangkat kembang terunjuk angin

Di utara arah tujuannya
Menguak satu mimpi menatap pasi
Sekelibat inderanya saksikan kubah
Ajakan kalbu mengarah padanya

Nona kecil lengkap dengan poni
Terseok merangkak menujunya
Kekeri terperi atas sesal lama ini
Kubah perubahan menuntun kembali

Kawan nona kecil itu tersipu
Berkawin maksiat sewindu ini
Parau dalam kubah kenalkan arah
Perbait ditelannya mentah
Dilumat tanpa sisa dan dihujamkan
Tajam menodai diri
Memanggil jiwa yang telah pergi

Sabda-sabda terus terlontar
Setiap selasa karib selaksa harap
Mengutuki raga tanpa henti

Melecuti kawan berkemul terakhir ini
Sekian lama
Sabda-sabda dari kubah perubahan
Menuntun jiwa dan kalbu hingga bersatu

Blitar, 2203_5.40