Sangadi dan Bendahara Desa Mengikuti Bimtek Pengelolaan Keuangan Desa

oleh
Plh. Sekda B.D. Panambunan mewakili Bupati Bolmong, saat memberikan sambutan sekaligus membuka dengan resmi kegiatan Bimtek pengelolaan keuangan desa

BOLMONG, Suaralidik.com – Pelaksana Harian Sekretaris Daerah, Bapak B.D. Panambunan, SE mewakili Bupati Bolaang Mongondow Selasa (9/10/2018) membuka Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Keuangan Desa bagi para Sangadi dan Bendahara Desa se-Kabupaten Bolaang Mongondow yang dilaksanakan di Hotel Sutan Raja Kotamobagu.

Dalam kesempatan tersebut Panambunan meyampaikan apresiasi, serta ucapan terimakasih kepada ketua dan jajaran pengurus lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat Universitas Dumoga Kotamobagu, nara sumber dari Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi RI dan jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kab Bolmong, atas pelaksanaan kegiatan yang sangat penting dan strategis ini.

“Muda-mudahan dengan adanya kegiatan ini dapat menambah pengetahuan serta meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah desa dalam pengelolaan keuangan desa”, ujar Panambunan.

Plh Sekda ini menyebutkan bahwa saat ini desa tidak hanya menjadi fokus pembangunan, tetapi juga sebagai perancang pembangunan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhannya, sehingga desa tidak lagi menjadi objek sasaran pembangunan, tetapi menjadi subjek yang berperan aktif sebagai motor penggerak pembangunan.

Ia menambahkan, salah satu ukuran keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan ditingkat desa ialah setiap aparatur pemerintah desa mampu memberikan pelayanan, serta mampu membawa kondisi masyarakat ke arah kehidupan yang lebih baik, tambahnya.

Adapun tujuan dilaksanakan bimtek pengelolaan keuangan desa ini kata Panambunan, yaitu untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada aparatur pemerintah desa, dalam mewujudkan pengelolaan keuangan desa yang lebih transparan dan akuntabel.

“Dengan mengedepankan prinsip-prinsip ekonomis efisiensi dan efektivitas penggunaan dana yang telah ditetapkan dalam anggaran pendapatan dan belanja desa”,tutupnya. (***Is)