Sari Pudjiastuti Sebut Haji Momo Pernah Stor Uang Ke Nurdin Abdullah

  • Bagikan
Nurdin Abdullah - Haji Momo

Makassar, SuaraLidik.com – Sidang lanjutan kasus gratifikasi Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah, terkait sejumlah proyek infrastruktur di Sulsel dengan terdakwa Agung Sucipto di Pengadilan Negeri Tipikor Makassar.’Kamis (27/05/2021)’.

Ada sekitar 9 saksi yang dihadirkan, yakni Sari Pudjiastuti (Mantan Kepala Biro Barang dan Jasa Sulsel), dan 8 orang panitia lelang yaitu, Salmiati, Munandar, Abdul Muin, Samsuriadi, Ansar, Yusril Mallombassang, Herman Parudani, serta Hiza.

Sari Pudjiastuti mengungkapkan fakta baru terkait kasus suap dari para kontraktor ke Nurdin Abdullah.

Sari menyebut dirinya pernah menjadi perantara NA untuk meminta uang sebesar Rp. 1 Miliar kepada pengusaha bernama Nuwardi Pakki alias Haji Momo, pemilik PT. Tocipta Sarana Abadi, perusahaan kontraktor yang menjadi pemenang sejumlah proyek milik Pemprov Sulsel di Kabupaten Wajo.

Saya lupa kapan waktunya, tapi saya pernah diminta ke rujab, kemudian NA bilang butuh biaya operasional Rp. 1 Miliar. NA bertanya kesaya, siapa kira-kira yang bisa membantu.Saya bilang tergantung bapak (NA), siapa yang diperintahkan.’ungkap Sari di depan Majelis Hakim PN Tipikor Makassar’.

Lanjut Sari, saat itu dirinya menyebutkan beberapa nama kontraktor yang tengah mengajukan tender di Pemprov Sulsel.

Jadi NA memilih Haji Momo (salah satu kontraktor). Setelah itu sari menghubungi Haji Momo dan menyampaikan pesan dari NA, Haji Momo pun menyetujui permintaan tersebut. Saya dan orang Haji Momo janjian ketemu di penginapan di samping RS. Awal Bros.’jelas Sari’.

Waktu itu saya belum bisa terima karena NA saat itu tidak ada di Makassar. Setelah di Makassar, saya mengambil itu uang yang ditaruh di kardus, dan dititip dirumah keponakan lalu dipindahkan ke koper. Uang itu diserahkan di bulan desember 2020.

Besoknya, uang itu diserahkan ke Salman (Ajudan NA) di depan Apartemen Vida View.’jelas Suci’.

Saya tahu ini tidak dibenarkan, saya bawahan, saya loyal kepada pimpinan saya. Saya di posisi serba salah. Saya terima salah, saya tidak terima salah. Saya minta pengampunan yang mulia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *