Sayang, Desa Konserfasi Budaya Talumelito Gorontalo Hanya Sebatas Konsep

oleh -
Foto: Pintu Langit Huludu Lipu, salah satu aikon Wisata yang ada di Desa Konserfasi Budaya Desa Talumelito,(foto istimewa).

Gorontalo, Suaralidik.com – Desa Konserfasi Budaya Talumelito Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo (Kabgor), yang dicanangkan Bupati Gorontalo Prof Nelson Pomalingo pada 2018, Dinilai hanya sebatas konsep untuk menarik simpati masyarakat.

Hal ini diperkuat dengan tak adanya sentuhan yang signifikan dari pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo maupun pemerintah Desa setempat, untuk mengembangkan maupun menggerakkan masyarakat.

Menurut pencetus tempat wisata Pintu Langit Huludu Lipu Desa Talumelito, Aba Dinggo, sapaan akrab masyarakat kepada dirinya, bahwa tujuan Bupati menetapkan Desa Talumelito sebagai konserfasi budaya, agar menumbuh kembangkan dan memperkenalkan budaya kita (Gorontalo) kepada masyarakat luas.

“Budaya Gorontalo yang mulai redup, di Desa Talumelito masih ada, tinggal kita menumbuh kembangkannya. Namun jangan hanya saya sendiri, harus ada kolaborasi antara pemerintah Daerah maupun Desa,”kata Aba Dinggo kepada wartawan Suaralidik.com belum lama ini.

Sejak berdirinya Desa talumelito sebagai konserfasi budaya, hanya balai pelestarian budaya Sulawesi Utara (Sulut) dan Bank Sulutgo yang telah ikut andil mensukseskan kegiatan festival Huludu Lipu.

“2018 kami menyelenggarakan ferstival huludu lipu dengan menampilkan 22 budaya gorontalo, dananya dari balai pelestarian budaya Sulut dan Bank Sulutgo. Sejak 2017 hingga saat ini pemerintah desa tak mau ambil bagian dalam penganggaran pemberdayaan,” keluh Aba Dinggo.

Pihaknya juga mengakui saat ini 3 aikon budaya yang ditampilkan ditempat wisata hiludu lipu, diantanya Langga (silat tradisional Gorontalo), Dana-Dana (musik khas Daerah Gorontalo) Dan Tarian khas Gorontalo.

“Kami telah mengagendakan jadwal setiap Sabtu malam Dana-Dana, Minggu tarian tradisional, Minggu malam Langga, oprasionalnya sendiri kami abil dari kontribusi dari pengunjung.”papar Aba Dinggo.

Budaya ini, lanjut Aba Dinggo, kita angkat menjadi objek destinasi wisata karena Desa Talumelito saat ini mulai dikenal dengan wisata pintu langit huludu lipu.

“Saat ini Talumelito mulai dikenal dan dicari orang, jadi harus ada perhatian dari pemerintah Daerah maupun Desa. karena kita masih butuh fasilitas lain untuk menarik wisatawan.”jelas Aba Dinggo.(***Rollink).