banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Sebut Dinas Dugaan Pungli, Kadis Pertanian Gorut Sesalkan Pernyataan Kades Botungobungo

Kisman Kuka
Foto : Kadis Pertanian Gorut, Kisman Kuka saat menerima salah satu aktivis bersilaturahmi,(foto Istimewa).

GORUT, Suaralidik.com – Sebut nama dinas pada dugaan pungutan liar (Pungli) bantuan benih jagung, Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Kisman Kuka menyayangkan sikap Kepala Desa (Kades) Botungobungo, kecamatan Kwandang, Ramli Kakilo Lamusu.

“Saya tidak suka nama Dinas dibawa-bawa. Terkait pemberitaan kasus Kades Botungobungo saya sudah baca, karena kemarin sudah ribut di grup WhatsApp Pemda Gorut,” kata Kadis saat diwawancarai diruang kerjanya, Senin 29/06/2020.

banner 728x250

“Saya langsung memerintahkan Bidang Pangan untuk turun klarifikasi terkait kasus itu. Tentang penjamuan seperti yang diberitakan itu tidak benar. Secara pribadi dan pimpinan di Dinas Pertanian tidak pernah memerintahkan staf, baik PNS dan PTT untuk minta dijamu di desa-desa saat penyaluran bantuan. Karena mereka punya biaya perjalanan dinas,” sambung Kadis.

Kisman menegaskan, dirinya sering menyampaikan kepada Begitu juga sama kepala-kepala desa untuk tidak menjamu jajarannya ketika berkunjung maupun datang menyalurkan bantuan.

“Saya sering sampaikan kepada mereka bahwa jangan pernah menjamu kami dari dinas. Ini yang sering saya sampaikan sama kepala-kepala desa ketika ada pertemuan,” tegas Kisman.

“Terkait biaya pengangkutan bantuan benih semua ditanggung oleh pihak ketiga, atau pihak perusaan. Mereka mengantar benih sampai pada titik pengantaran, dalam hal ini rumah ketua kelompok,” jelas Kasim.

“Biaya ini tidak di bebankan kepada Kades, ketua kelompok maupun anggota kelompok. Semuanya pihak ketiga yang bayar,” pungkas Kisman.

Ditempat yang sama, Staf Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Gorut, Rostika Nusi mengaku hadir pada penyaluran benih jagung di desa Botungobungo. Dirinya membantah adanya penjamuan tersebut.

“Kebetulan kemarin itu saya hadir saat penyerahan bantuan di Desa botungobungo, terkait dengan penjamuan itu, tidak benar,” tegas Rostika. 

“Jujur kami tidak dijamu dan minta untuk dijamu, bahkan air mineral pun kami bawa sendiri,” tutup Rostika.

Sebelumnya Kades Botungobungo menyebut bahwa pungutan yang diambil dari anggota kelompok tani digunakan untuk menjamu anggota dari dinas yang datang menyalurkan bantuan tersebut.(TR/05).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.