Penyair muda Fahmi Muslih menghadiahkan karyanya untuk Indonesia

oleh

Historia Secangkir Kopi

Fahmi Muslih

Mula-mula dipungut dari orang-orang di Tanah Ibu
berbekas aroma misik pada hidung-hidung mancung
pasir di sekeliling rumah fir’aun disinggahi biji-biji
tak puas, ia sebarkan benih-benih di tanah sendiri.

Petani tersenyum seraya menabuh genderang perang
buah telah matang, tiba saatnya parang dihujamkan
selagi baling-baling baja menggerus buas mangsanya
kesombongan seisi kerikil menjadi abu-abu roma.

Debu-debu hitam itu tengah memadu rindu
berharap air menguap terseduh di kolam-kolam
peluk racikan bir hitam menyamudera dalam genggaman
gemericik hujan beraroma tajam siap didendangkan.

Kemudian terciptalah secangkir kopi
memikat lidah orang-orang penghuni bumi.

Yogyakarta, 2016