Sejarah Keterlambatan APBD Akan Kembali Terulang

oleh -47 views
KOPEL
KOPEL
                                                                                   KOPEL BULUKUMBA

SUARALIDIK.com, BULUKUMBA – Pemerintahan Andi Sukri Sappewali dan Padasi 2005-2010 lalu telah mencatat sejarah daerah yang penetapan APBDnya tidak pernah tepat waktu. Sejarah ini sepertinya akan kembali terulang dibawah pemerintahan Andi Sukri Sappewali dan Tomy Satria Yulianto. Pasalnya, hingga saat ini, tahapan pembahasan RAPBD 2017 belum ada tanda tanda masuk di DPRD.

KUA /PPAS seharusnya sudah dibahas dan di setujui bersama Pemda dan DPRD pada Akhir Bulan Juli 2016 lalu, namun hingga saat ini belum dibahas di DPRD.

Idealnya pembahasan KUA/PPAS, mulai penyerahan hingga persetujuan memakan waktu 6 Minggu sesuai permendagri 31/2016 tentang pedoman penyusunan APBD 2017,” kata Muhammad Jafar, Direktur Kopel Bulukumba, Selasa (01/11/2016).

Penerbitan Surat Edaran Kepala daerah tentang pedoman penyusunan RKA-SKPD dan RKA-PPKD dan penyusunan dan pembahasan RKA-SKPD dan RJKA PPKD serta Penyusunan Rancangan Perda APBD membutuhkan waktu 8 Minggu. Sementara pembahasan RAPBD di DPRD membutuhkan waktu 2 bulan hingga akhirnya di tetapkan menjadi APBD.

Melihat tenggang waktu ideal untuk melakukan pembahasan RAPBD dengan kondisi real saat ini, maka sejarah keterlambatan APBD akan kembali terlulang kalaupun dipaksakan penetapan 31 Desembaer 2016, kualitas APBD diragukan!!

Berdasarkan Permendagri 31/2016, persetujuan DPRD terhadap rancangan APBD 2017 paling lambat 1 bulan sebelum tahun anggaran berjalan atau paling lambat 30 November 2016,” tambah jafar.

Keterlambatan pembahasan RAPBD 2017 ini akan berpengaruh pada kualitas dan keberpihakan APBD terhadap pencapaian Visi Misi Daerah “Sejahtera Terdepan”. Dengan keterlambatan ini pula maka kinerja TAPD perlu dievaluasi, pasalnya Penyusunan dan pembahasan APBD adalah pekerjaan rutin setiap tahun dengan jadwal yang sudah ditetapkan oleh kementerian dalam negrei melalui Permendagri.

RILIS KOPEL BULUKUMBA