Kembangkan Skill Jurnalis se-Indonesia, SEJUK Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Workshop Photografi Tingkat Nasional

oleh
Sejuk di bandung
Kegiatan pelatihan jurnalistik dan workshop photografi oleh SEJUK di kota bandung , 16 Juli 2017

Suara Lidik Bandung,- Serikat Jurnalis Untuk Keadilan (SEJUK) yang berpusat di kota Bandung Jawab Barat berhasil menggelar pelatihan jurnalistik tingkat Nasional yang bertujuan peningkatan skill para jurnalis (pers) media yang berada dibawah naungan SEJUK di seluruh Indonesia pada pertengahan bulan juli 2017 lalu.

Sejuk di bandung
Kegiatan pelatihan jurnalistik dan workshop photografi oleh SEJUK di kota bandung , 16 Juli 2017

Hal ini diungkapkan oleh Sekertaris Jenderal (Sekjend) SEJUK Joni Arsyah,S.Sos,M.Si kepada sejumlah media usai menyerahkan Sertifikat Pelatihan Jurnalistik kepada puluhan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia yang mengikuti kegiatan pelatihan pada tanggal 14-16 juli 2017 di Bandung.

Sekjend SEJUK yang akrab disapa dengan “Bang Jo” sekaligus merangkap sebagai ketua panitia pelaksana dalam kegiatan ini menambahkan kalau kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan para jurnalis di Indonesia sudah menjadi salah satu program kerja nasional SEJUK setiap tahunnya.

Alhamduillah, kegiatan pelatihan jurnalistik pertama oleh SEJUK yang berlangsung di kota Bandung sudah selesai dan Insya Allah untuk kegiatan pelatihan berikutnya tetap akan diadakan karena ini sudah menjadi program kerja nasional SEJUK dan tempat kegiatannya tidak harus di kota Bandung akan tetapi bergilir ke wilayah-wilayah Dewan Perwakilan Wilayah SEJUK di Indonesia ” Jelas Bang Jo

Hasil pantuan suaralidik.com, kegiatan pelatihan jurnalistik yang dibuka langsung oleh Ketua Umum SEJUK Ir Agung Sabur,Dipl,HE yang merangkap sebagai pemateri Organisasi Radio dan Kewirausahaan ini juga menghadirkan pembawa materi berpengalaman seputar media cetak dan online yaitu Ludhy Cahyana,Sos dari Refensi Mice Indonesia (VENUE) .

Ludhy Cahyana selaku pembawa materi pelatihan jurnalistik tingkat dasar, lanjutan dan kode etik jurnalistik baik media cetak maupun online dengan bahasa yang mudah dikonsumsi ternyata mampu memberikan pemahaman secara instan kepada semua peserta.

materi ini sengaja saya design dengan bahasa yang mudah difahami khusus untuk pemula dengan metode interaktif yang tentunya meransang para peserta untuk mengajukan pertanyaan ketika menemui kalimat-kalimat yang dianggap sulit difahami” tutur Ludhy.

Dari daftar hadir yang ditunjukkan oleh ketua panpel peserta pelatihan didominasi dari luar provinsi Jawa barat yang diantaranya Palembang, Riau,Makassar dan puluhan wartawan dan komunitas Radio di Indonesia.

Hasil wawancara dari beberapa peserta pada umunya berharap agar kegiatan pelatihan jurnalistik kedepannya diadakan di kota-kota besar yang dibuka untuk umum dan pelajar.(BCHT)