Sekda Boltim Resmi Buka Kegiatan Seminar Awal D3TLH

oleh
Sekretaris Daerah Boltim Ir Hi Muhammad Assagaf saat membuka Seminar awal penyusunan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (D3TLH) di Lantai 3 Kantor Bupati Boltim
Photo : Sekretaris Daerah Boltim Ir Hi Muhammad Assagaf saat membuka Seminar awal penyusunan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (D3TLH) di Lantai 3 Kantor Bupati Boltim

BOLTIM – suaralidik.com, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Ir Hi Muhammad Assagaf, Senin (29/10) secara resmi membuka kegiatan Seminar Awal Penyusunan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (D3TLH) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur tahun 2018, bertempat di lantai III Kantor Bupati.

Kegiatan ini dilakukan atas dasar amanah undang-undang, nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup pasal 12. Dalam undang-undang ini menjelaskan bahwa pemanfaatan sumber daya alam dilakukan berdasarkan Rencana Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH).

“Namun, bila RPPLH ini belum tersusun, maka alternatif pemanfaatan sumber daya alam dilaksanakan berdasarkan (D3TLH), dengan memperhatikan keberlanjutan proses dan fungsi lingkungan hidup, keberlanjutan produktivitas lingkungan hidup, serta keselamatan mutu hidup dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Sekda saat memberikan sambutan.

Ditambahkannya, daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup merupakan dasar dari semua perencanaan pembangunan di daerah, ekoregion maupun nasional. Mulai dari penyusunan RPPLH serta semua Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS),

“Dalam KLSH ini terbagi dari KLHS rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), KLHS rencana induk pariwisata daerah (RIPARDA), KLHS rencana tata ruang wilayah hingga penyusunan dokumen rencana tata ruang wilayah (RTRW), tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boltim melalui Kepala Bidang (Kabid) Penataan dan Peningkatan Kapasitas Sri Olivia Mamonto menerangkan, pentingnya kajian tentang D3TLH. Pasalnya, banyak contoh di berbagai daerah yang sengaja atau memaksakan untuk membuat perencanaan pembangunan di lokasi tertentu, tanpa melakukan pengkajian terlebih dahulu mengenai daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.

“Contoh terdekat di Daerah Boltim adalah pembangunan infrastruktur jalan di zonasi tanah labih seperti yang berada di Desa Togid, Motongkad, serta Buyat,” singkatnya.
Terinformasi, turut hadir pada kegiatan ini yakni Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi Maluku (P3E-SUMA), Perwakilan dinas lingkungan hidup provinsi sulut, serta seluruh jajaran pimpinan SKPD dan perwakilannya. (***bob/TUP, HUMAS DAN PROTOKOL)