,

Sekjen DPN LSM Lidik Pro Bersama Ketum Yapinus dan Pincab Bank Mandiri UNM Makassar Temui Para TKI di Ladang Fortune Group FGVP Malaysia

oleh
YAPINUS
Fhoto : Ketum Yapinus Firdaus Gigo Atawuwur, S.Pd, MM bersama pmpinan Bank Mandiri Cabang UNM Makassar Muh. Ardi, berfose bersama usai gelar sosialisasi pelayanan pembukaan rekening Mandiri Tabungan TKI. Minggu (14/05/2017).

Malaysia, Suara Lidik – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional LSM Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara (Lidik Pro) Muh. Darwis, bersama Ketua Umum Yayasan Peduli Insan Nusantara (Yapinus) Firdaus Gigo Atawuwur, S.Pd, MM dan pimpinan Bank Mandiri Cabang UNM Makassar Muh. Ardi, melakukan kunjungan sekaligus memantau keberadaan tenaga kerja asal indonesia diladang Fortune sudut OSH milik perusahaan group FGVP Malaysia SDN. BHN. Minggu (14/05/2017).

YAPINUS
Fhoto : Ketum Yapinus Firdaus Gigo Atawuwur, S.Pd, MM bersama pmpinan Bank Mandiri Cabang UNM Makassar Muh. Ardi, berfose bersama usai gelar sosialisasi pelayanan pembukaan rekening Mandiri Tabungan TKI. Minggu (14/05/2017).

Dalam kunjungannya, Ketua umum Yapinus Firdaus Gigo Atawuwur, S.Pd, MM menyampaikan kepada sejumlah tenaga kerja asal Indonesia (TKI) baik yang sudah dinyatakan sebagai karyawan tetap maupun yang masih berstatus karyawan lepas (kontrak) dalam rangka memberikan jaminan keamanan kerja bagi para TKI berharap agar para tenaga kerja asal indonesia sejatinya harus mengikuti prosedur dan undang undang yang berlaku di perusahan dimana mereka bekerja.

“Intinya keberadaan Yapinus bersama LSM Lidik Pro serta pihak Bank Mandiri Cabang UNM Makassar akan menjadi perpanjangan tangan setiap TKI kepada perusahaan dan pemerintah Republik Indonesia” Tegas Firdaus.

Mengaku saat ini bersama dengan sejumlah mandor perusahaan, Firdaus  juga menambahkan bahwa dirinya mendapatkan kepercayaan dari presiden Group FGVP Malaysia SDN. BHD sebagai wakil syarikat di Indonesia untuk membantu pihak FGV dalam mengurus segala dokumen dan keperluan TKI melalui Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS)  PT. Panca Ashma Tunggal.

Lebih lanjut, Firdaus juga mengatakan bahwa dirinya saat ini menggandeng LSM Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara (LSM Lidik Pro) Republik Indonesia dan Bank Mandiri Cabang UNM Makassar telah sepakat melakukan program kerja awal dalam mencegah pemberangkatan TKI non prosedural.

Sekjen LSM Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara (LSM Lidik Pro) Republik Indonesia, Muh. Darwis  saat dikonfirmasi juga mengungkapkan hal yang sama bahwa ini LSM Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara (LSM Lidik Pro) Republik Indonesia sesuai kesepakatan kerja samanya dengan Yapinus akan berupaya meminilisir terjadinya Human Triviking Perdangan Manusia dari Indonesia masuk Malaysia.

LSM Lidik Pro
Fhoto : Sekjen DPN LSM Lidik Pro Muh. Darwis saat berfose bersama sejumlah TKI di kantor Group FGVP Malaysia SDN. BHD. Minggu (14/05/2017).

“Jadi saya selaku Sekjen DPN LSM Lidik Pro bersama ketua umum Yapinus sudah sepakat menggandeng Bank Mandiri dalam hal membantu para TKI untuk tidak melakukan pinjaman kepada para cukong yang menjerat Para TKI” Jelas Muh. Darwis.

Sementara Pimpinan Bank Mandiri Cabang UNM Makassar, Muh. Ardi saat dikonfirmasi waratawan suara lidik juga mengungkapkan bahwa kehadiran Bank Mandiri Khususnya Cabang UNM Makassar di Malaysia saat ini bertujuan akan mensosialisasikan beberapa penawaran  tentang tatacara pembukaan rekening untuk para TKI yang bekerja di Malaysia. Hal ini menurut Muh. Ardi tidak lain untuk memberikan kemudahan kepada para TKI.

“Kami akan menawarkan berbagai program yang akan memudahkan para TKI baik sudah ada disana maupun yang baru berniat ke Malaysia melalui program Mandiri sahabat TKI” Ujar Muh. Ardi.

Muh. Ardi juga menambahkan bahwa untuk masyarakat yang baru berniat untuk melancong ke Negara Sahabat (Malaysia) namun tidak memiliki atau terkendala persoalan biaya, mereka dapat mengajukan permohonan KUR untuk TKI sekaligus melakukan pembukaan rekening Mandiri dapat menyimpan uangnya selama mereka bekerja di Malaysia. (Bandhys/red)