Advertizing

banner 728x250

Sekjend Lidik Pro: Korupsi Dana BOK Ini Sangat Jahat

  • Bagikan
Sekjend Lidik Pro,Muh.Darwis K

MAKASSAR,suaralidik.com –  Tipikor Polres Bulukumba telah menetapkan dan menahan  Tersangka Korupsi Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), yakni Kasubag Keuangan Dinas Kesehatan Bulukumba , Ernawati (42) pada Selasa (09/03) malam.

Ernawati juga merupakan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) BOK Tahun Anggaran 2019.

banner 728x250

” Kita lakukan penahanan setelah melakukan pemeriksaan selama kurang lebih 8 jam. Dan tersangka dimasukkan ke ruang tahanan sekitar pukul 21.00 Wita,” jelas Kanit Tipikor Polres Bulukumba,Ipda Ali kepada awak media.

Sekadar diketahui, dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), ditemukan kerugian negara sebesar Rp13,4 Miliar dari total anggaran kurang lebih Rp17 Miliar.

Jumlah kerugian negara tersebut lebih banyak dari hasil temuan penyidik Tipikor Polres Bulukumba, yang hanya sebesar Rp9,6 Miliar.

“Temuan kita kan Rp9,6 Miliar. Setelah dilakukan audit BPK, itu di 2019 Rp11,7 Miliar. Dan ada juga 2020 yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, itu ada Rp1,7 Miliar,” jelasnya.

Di media sosial, kasus ini menjadi perhatian dan keprihatinan karena kasus ini terkait dugaan korupsi terhadap bantuan operasional kesehatan yang merupakan subsidi pemerintah dalam bidang kesehatan.

BOK diperuntukkan untuk meningkatkan pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) agar kesenjangan pelayanan kesehatan antara Puskesmas dan Rumah Sakit terutama pelayanan preventif kesehatan semakin tipis.

Sekjend Lidik Pro, Muh. Darwis K, mengatakan, pendapat publik soal kasus ini wajar.

” Korupsi BOK ini sangat jahat karena secara tidak langsung memotong bantuan operasional petugas kesehatan dalam upaya pelayanan kesehatan yang promotif dan preventif keluar ke masyarakat,” ucap Darwis kepada redaksi suaralidik, Kamis (11/03).

Darwis pun mengapresiasi langkah Unit Tipikor Satreskrim Polres Bulukumba yang telah menetapkan dan menahan satu Tersangka.

” DPP Lidik Pro mengapresiasi kinerja Unit Tipikor Polres Bulukumba yang telah menahan satu Tersangka, Lidik Pro berharap langkah ini tidak mandek di tengah jalan, karena masih banyak pihak lain yang bisa di seret ke jeruji besi. Pemain utamanya masih bersiliweran. Aliran dana miliaran ini dinikmati segelintir Pejabat,” kata Darwis.

” Kan sudah ada 68 orang saksi yang telah di mintai keterangan oleh Tipikor, ada 20 orang bendahara BOK Puskesmas bersama 20 Kapus.  Dan tidak menutup kemungkinan jika terbukti korupsi, maka 20 bendahara Puskesmas  ini juga akan diproses hukum. Makanya Lidik Pro mengatakan kalau kasus Korupsi BOK ini sangat Jahat,” tutup Darwis. (AA)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *