Selama Bulan suci Ramadhan Jam Kerja ASN Dikurangi

oleh -
Foto : Bupati Boltim Sehan Landjar SH

Boltim, Suaralidik.com —Mulai Senin (06/05/2019) hari ini, Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) sudah menetapkan jam kerja yang baru bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemda Kabupaten Boltim.

Ini berdasarkan Surat edaran nomor 394 Tahun 2019 dari Pemerintah pusat (Pempus) dalam hal ini yakni Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) Republik Indonesia yang ditandatangani Menteri Kemenpan-rb, Syafuddin, tertanggal 26 April 2019.

Isi surat edaran itu kemudian ditindaklanjuti Pemda Kabupaten Boltim dengan menetapkan jam kerja bagi ASN, melalui Surat edaran Bupati Boltim Sehan Salim Landjar SH.

Ini disampaikan Kepala BPKSDM Boltim, Robi Mamonto. Menurutnya, dalam penentuan jam kerja tersebut, Pemda Boltim tinggal menyesuaikann dengan surat edaran yang dikeluarkan terlebih dahulu oleh pemerintah pusat.

“ini untuk efektifitas kinerja ASN dibulan suci ramadhan. Sehingga kami tindaklanjuti dengan mengeluarkan Surat edaran Bupati Boltim, mulai berlaku Senin tanggal 06 Mei 2019,” jelas Mamonto.

Untuk rincian jam kerja yang dimaksud lanjut Mamonto. Bagi Instansi yang memberlakukan jam kerja lima hari kerja, mulai dari pukul 08.00 sampai pukul 15.00 wita, dari Hari Senin sampai Kamis dengan waktu istirahat Sholat Lohor hanya selisih setengah jam saja.

Sedangkan di hari Jumat, ASN wajib melakukan kerja mulai pukul 08.00 wita, sampai pada pukul 15.30 wita.

“Tapi dihari jumat, waktu istrahat cukup panjang, yakni mulai pukul 11.30 sampai dengan 12.30 wita,” rinci Mamonto.

Demikian, jam kerja bagi Instansi yang memberlakukan kerja sebanyak 6 hari. Dimana jam masuk kerja semua sama yakni pukul 08.00 wita dan berhenti pada pukul 14.30 wita, dengan jedah istirahat sholat makan yakni setengah jam.

“Kami berharap agar ini menjadi perhatian. Karena kehadiran menjadi tolak ukur kinerja bapak ibu ASN,” katanya.

Ditempat terpisah, Bupati Boltim Sehan Salim Landjar SH berpesan, agar Puasa jangan dijadikan sebagai alasan untuk tidak melakukan kerja secara maksimal.

“sebaliknya, Puasa wajib dijadikan sebagai motivasi untuk lebih baik. kita bukan hanya menahan haus dan lapar, namun lebih dari itu, kita menahan hawa nafsu yang lebih besar, hasrat untuk menjerumuskan manusia kepada dosa. Selamat menjalankan ibadah puasa tahun ini,” ucap Bupati.(***fibo)