Semalam di Desa Pokjalu Depag Bulukumba Tampilkan Pelatihan Merawat Jenazah

oleh
Depag Bulukumba
Foto :"Pelaksanaan pelatihan perawatan jenazah yang dilakukan oleh Depag Bulukumba beserta seluruh jajaran penyuluh KUA se-Kec. Kindang, di Masjid Kahayya, Jumat (21/04/2017)

Bulukumba, Suara Lidik – Kegiatan semalam di desa yang merupakan program pemkab Bulukumba kali ini dilaksanakan di Desa Kahyya, Kecamatan Kindang, Jumat malam (21/04/2017) yang dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba beserta jajaran OPD dan beberapa utusan dari unsur muspida tidak terkecuali kehadiran dari institusi Kantor Depag Kab. Bulukumba.

Depag Bulukumba
Foto :”Pelaksanaan pelatihan perawatan jenazah yang dilakukan oleh Depag Bulukumba beserta seluruh jajaran penyuluh KUA se-Kec. Kindang, di Masjid Kahayya, Jumat (21/04/2017)

Selain beberapa kegiatan pelayanan yang disuguhkan pemkab Bulukumba dalam kegiatan semalam di desa, seperti pelayanan E-KTP dan pemeriksaan kesehatan gratis, instansi dari perwakilan unsur muspida yang turut hadir sebagai undangan juga menampilkan beberapa kegiatan pelayanan.

Seperti yang di tampilkan oleh Depag Bulukumba tentang pelatihan merawat jenazah. Kegiatan ini ditampilakan atas bekerjasama dengan penyuluh KUA Kec. Kindang, serta  beberapa Majelis Ta’lim se-Kec. Kindang.

Menurut Muh. Sudirman. S, penyuluh KUA Kec. Kindang bahwa kegiatan pelatihan merawat jenazah di tampilkan dalam acara semalam di desa bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat sekitar terkhusus pada seluruh majelis ta’lim binaan KUA se-Kec. Kindang tentang seperti apa mekamisme dalam perawatan jenazah sesuai dengan pangangan agama Islam.

“Sasaran dilakukannya pelatihan merawat jenazah pada dasarnya dapat menjadi sarana ilmu pengetahuan bagi masyarakat sekitar, tokoh agama terkhusus bagi yang tergabung dalam kelompok majelis Ta’lim se-Kec. Kindang” Tutur Sudirman.

Bagas, sapaan akrab Muh. Sudirman juga menambahkan bahwa mekanisme perawatan jenazah yang sesuai dengan pandangan Agama Islam di Kabupaten Bulukumba terkadang di lain daerah memiliki perbedaan hal ini dipengaruhi oleh beragamnya paham kultur budaya dan suku sehingga dalam penerapannya terkadang melampaui pandangan agama islam yang seutuhnya.

“Olehnya itu, dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat membuka khasanah pengetahuan masyarakat secara eksplisit sehingga apa yang kita harapkan ditengah-tengah ragam kultur budaya, suku, dan paham atau kelompok-kelompok kegamaan khususnya dalam lingkup agama islam tidak memiliki cara pandang yang berbeda dalam perawata jenazah” Tutup Bagas.


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama