Semangat Sanggar Seni Tetap Eksis, Bupati Bulukumba Lakukan Ini

oleh
Bupati Bulukumba, A.M Sukri Sappewali
Bupati Bulukumba, A.M Sukri Sappewali

BULUKUMBA – Untuk kesekian kalinya Teater Kampong Bulukumba kembali menggelar kegiatan seni. Kali ini dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November, Teater Kampong melaksanakan Lomba Deklamasi Puisi dan Vocal Grup Hero’s Day 2017 bagi siswa SMP, SMA/SMK dan perguruan tinggi.

Bertempat di Cagar Budaya Roemah Pendjara, Rabu malam (22/11), Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali membuka pelaksanaan acara tersebut, yang selingi dengan persembahan Kontemplasi Hero’s Day oleh Achmad Dharsyaf Pabottingi, drama Tonil Van Boegis dari SMANSA Bulukumba dalam Lakon “Sigajang Laleng Lipa dengan Badik Cinta”, serta dimeriahkan oleh The Kampong Band yang menyuguhkan lagu-lagu patriotisme.

Ketua Panitia Akhmad Siddiq Fathana Dharsyaf dalam laporannya menyampaikan bahwa pegelaran Hero’s Day merupakan momentum dalam menjaga dan meneruskan citra pahlawan dalam mengisi kemerdekaan dengan pengabdian kerja nyata. Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 22 sampai dengan 25 November 2017 yang kegiatan lombanya dipusatkan di Cagar Budaya Roemah Pendjara.

Pada kesempatan tersebut Bupati AM Sukri Sappewali sangat mengapresiasi keberadaan Teater Kampong, ia meminta kelompok seni budaya ini terus berkarya. Atas eksistensi Teater Kampong selama ini, sehingga secara pribadi AM Sukri Sappewali memberikan bantuan dana 10 juta rupiah kepada Teater Kampong untuk pembinaan pada malam itu.

Lokasi Tarungku Toae atau Cagar Budaya Roemah Pendjara, menjadi kenangan tersendiri bagi AM Sukri Sappewali karena menurutnya di situlah para orang tua kita yang menjadi tahanan politik didekam di tempat tersebut pada masa-masa memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, termasuk bapaknya Andi Sappewali serta kakeknya Andi Sulthan Daeng Radja yang merupakan pahlawan nasional.

Menurutnya, nilai kepahlawanan sejatinya tidak akan pernah usang atau lekang dimakan jaman, karena pada setiap waktu dapat diimplementasikan dan direvitalisasi dari generasi ke generasi sepanjang masa sesuai perkembangan jaman.

“Dengan pelaksanaan kegiatan seni di tempat ini, tentu menjadi penghayatan bagi kita semua atas peran dari para pendahulu kita, oleh karena nenek-nenek kita dulu harus berjuang dan mengorbankan diri dan mendekam di penjara ini hanya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan yang kita nikmati sekarang ini,” ungkap purnawirawan TNI ini.

Di akhir sambutannya, AM Sukri Sappewali mengutip kata-kata bijak dari penyair William Shakespeare “Seni itu Panjang, Umur itu Pendek” artinya umur kita bisa lebih pendek tapi karya seni akan dikenang sepanjang waktu.