Sembilan Tahun Didiamkan, Polres Bulukumba Akan Buka Kasus LP Nenek Dicu

oleh -
Andi Riyal di ruangan Kasat Reskrim

BULUKUMBA, Suaralidik.Com –  Laporan Polisi bernomor LP 759/1X/2010 tanggal 12 September 2010 yang didiamkan 9 tahun lamanya oleh Reskrim Polres Bulukumba akhirnya mendapat titik terang.

Kapolres melalui Kasat Reskrim AKP Barry Juanda, mengambil langkah untuk menindak lanjuti laporan masyarakat yang sudah bertahun-tahun di ruangan Reskrim Polres Bulukumba.

Lapotan Polisi itu dilaporakn Nenek Dicu (87) tahun warga Bonto Pengka desa karassing kec herlang, yang sudah menjadi korban perampasan hak miliknya ( lahan sawah) yang terletak di Dusun kailie desa Manjalling Kec Ujung Loe dengan cara di palsukan tanda tanganya.

Tak terima kelakuan Hj Sinja dari dusun jatia desa tamalanrea kec bonto tiro yg di duga memalsukan tanda tangan sang nenek Dicu.

Akhirnya sang nenek pun melaporkan pemalsuan tanda tangan di Polres Bulukumba,pada tahun 2010 .

Namun laporan sang nenek hanya diabaikan tanpa ditindak lanjuti oleh pihak penyidik. Penyidik yang sudah menjadi Kapolsek Bontotiro  beralasan kalau asli dokumen yang di duga di palsukan tidak bisa di lakukan penyitaan oleh terlapor yakni Hj Sinja Binti Salli.

Ketua Lidik Pro kab Bulukumba Andi Riyal kembali mendatangi Polres Bulukumba untk membahas laporan yang kami dampingi di ruangan Kapolres.

AKBP Syamsu Ridwan selanjutnya, mengambil keputusan untuk memerintahkan Kasat Reskrim berry juanda untk menindak lanjuti laporan sang nenek.

Informasi yang dirangkum, Berry Juanda mengatakan, selasa (01/10/2019)  akan lakukan gelar perkara untuk memproses laporan tersebut.(***Ais).