Seriusi Kasus Penganiyaan Kepsek SMPN 4 Lolak. Kemendikbud Turun Ke Lokasi Kejadian

oleh

BOLMONG – Suaralidik.com – Kasus penganiyaan terhadap Kepala Sekolah SMPN 4 Lolak mendapat perhatian dari Menteri Pendidikan RI, ini terlihat saat Kunjungan Inspektorat Jenderal Kemendikbud Bapak Dariyanto dan Inspektur investigasi Bapak Fuad serta rombongan saat turun di lokasi Kejadian, pada hari kamis (15/02).

Dalam kunjungan tersebut Irjen Kemendikbud bersama rombongan yang didampingi oleh Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sulut, langsung dijemput oleh Kadis Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Bolmong, Kadis Pendidikan Bolmong, Kapolsek Lolak, PGRI Bolmong serta Tokoh Masyarakat.

Sebagai informasi, bahwa Irjen Kemendikbud Bersama dengan Rombongan sudah mengunjungi Korban di Rumah Sakit Prof. Kandow, Manado, untuk Melihat Langsung Kondisi Terkini Korban (ibu Asri Tampi),

Di kunjungan Tersebut Irjen Kemendikbud Menyampaikan Salam dari Pak Menteri kepada ibu Kepsek dan Keluarga, Serta Memberikan sedikit Uang Santunan Kepada Korban

Dalam Kunjungannya Irjen Kemendikbud Menyampaikan “agar kiranya jangan terjadi lagi kasus seperti ini, iapun mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah kabupaten Bolaang Mongondow yang telah bertindak cepat menangani kasus ini dan langsung mengambil tindakan tepat berkoordinasi dengan pihak kepolisian”

Ketika suaralidik.com menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bolaang Mongondow, Renty Mokoginta, S.Pd, MAP, beliau menyampaikan bahwa akan mengawal proses ini hingga tuntas.

“Yang jelas kami keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Bolaang Mongondow memberi apresisai yang tinggi serta ucapan terima kasih kepada pihak kepolisian (polsek lolak), yang telah merespon kejadian ini dengan sangat cepat, dan menangkap pelaku. Saya berharap kedepannya agar guru selalulah berhati-hati dalam melaksanakan tugasnya, sehingga peristiwa seperti ini tak akan terulang lagi. Selain itu, pihak sekolah agar dapat memperhatikan kemanan sekolah, guna mengantisipasi kejadian seperti ini”, Ujarnya.

Ia juga menambahkan, “Kalau bisa setiap sekolah itu ada satpamnya, sehingga bisa meminimalisir kerawanan dilingkungan sekolah. Sebab sekolah adalah ujung tombak dalam pelayanan pendidikan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat”, Tutup Renty. (is/kemal red).