Serpihan Rindu Puisi Karya Wandira Audiya Hardjo

oleh

Rembulan bersapa padaku
Yang sedari tadi memperhatikannya
“Apa kau sedang rindu padanya?” tanyanya mesra
Aku tersenyum getir mencoba menutupi

Bintang sama halnya
Ia menyapa dengan kerlipannya
Membuat hatiku semakin keras memanggilmu

Aku mengiyakan dengan setetes airmata yang seketika itu meleleh
Mereka telah mengerti tanpa harus kujelaskan

Kubiarkan rinduku hanya mereka yang tau
Kubiarkan angin membawa serta rasa yang kau tinggal di sini

Kepergianmu membawaku pada sepi
Kepergianmu membawa luka yang dalam bagiku

Pernah pada satu waktu aku berkunjung pada rumah barumu
Segenggam bunga beserta doa didepan pusara tak mampu mengobati

Terdiam di depan papan kayu namamu
Mengingat wajah manismu
Mengenang berjuta cerita kita
Kenangan itu sudah menjadi lukisan yang telah kuabadikan bersama mimpi

Kini hanya tersisa serpihan rindu
Yang tak bisa kusatukan dalam bingkai masa depanku

Depok, 26 Agustus 2017