Setahun Hidup Was Was, Rumah Miring Sisa Puting Beliung Dirubuhkan

oleh
Ramalang (65) berdiri di depan kediamannya sebelum dirobohkan oleh para relawan
Ramalang (65) berdiri di halaman sekitar kediamannya sebelum dirubuhkan oleh para relawan, kamis (23/11/17)

suaralidik.com–Setelah sekian lama berdiri dalam keadaan miring dan cukup memprihatinkan pasca terkena angin puting beliung tahun lalu, rumah panggung milik Ramalang (65) di kampung Japing Japing Utara, Kelurahan Bonto Langkasa, Pangkep akhirnya mendapat perhatian dari organisasi Relawan Peduli Pangkep (RPP). Bersama gabungan TNI, Polri, PMI dan masyarakat setempat, Kamis (23/11) rumah panggung Ramalang dirubuhkan untuk selanjutnya di bangun kembali dan lebih layak huni.

Menurut koordinator aksi dari tim Relawan peduli Pangkep, Abd. Rahman,  perbaikan atau bedah rumah ini merupakan program dari komunitas RPP itu sendiri. Mereka bergerak untuk membantu siapa saja, Ramalang salah satunya, yang setahun terakhir hidup dalam rasa was was dengan kondisi tempat tinggal yang sewaktu waktu dapat ambruk.

 

Proses perubuhan rumah milik Ramalang oleh para relawan untuk kemudian dibangun kembali menjadi lebih layak huni

 

” Mulai hari ini, rumah ini kami bongkar dan selanjutnya kami dirikan bangunan baru, mudah mudahan 2 Minggu ke depan rumah layak bagi ibu Ramalang bisa kembali berdiri dan dia tempati. Kami juga mengajak relawan dan semua pihak yang ingin turut membantu bisa langsung ke lokasi atau sekertariat kami di BTN Bungoro Indah Blok 1 No. 4.” Lanjut Rahman.

Selain itu, Rahman menambahkan, sumber dana kegiatan bedah rumah berasal dari donasi anggota dan relawan peduli yang tergabung dalam grup Sumbangan Jumat Berkah ( SJB).

Pantauan di lokasi, saat ini Ramalang tinggal di posko yang telah di siapkan oleh Relawan Peduli Pangkep dan Palang Merah Indonesia Pangkep, tak jauh dari bangunan rumahnya.

Peristiwa puting beliung yang menerjang Pangkep pada 22 desember 2016 lalu ini memang menyisakan kerusakan yang lumayan parah, terutama pada bangunan tempat tinggal penduduk. Tercatat sebanyak 219 rumah rusak, beruntung saat itu tidak ada korban jiwa.

Meski begitu, kerusakan yang diakibatkan oleh terjangan puting beliung pada dinihari itu tak hanya di daerah tinggal Ramalang saja. Daerah sekitarnya seperti Kecamatan Ma’rang juga mengalami hal serupa.

Saat di temui Suara Lidik, Ramalang mengaku bahagia dengan adanya relawan yang peduli akan nasibnya. ” Terima kasih nak, Tuhan akan balas itu kebaikan ta’ semua.” tuturnya. (Syaiful/Wank 86)