Setiap Tahun Calon Jemaah Haji Pangkep Meningkat

oleh
Suasana Manasik Haji Yang Dilakukan Di Pangkep Dan Terus Meningkat Jumlah Pesertanya Setiap Tahun

Pangkep, Suaralidik.com – Bagi calon haji, melakukan Manasik Haji sangat penting sebab dapat memberikan manfaat dan pembelajaran sebelum melakukan ibadah haji. Manasik haji adalah tatacara pelaksanaan ibadah haji, dan merupakan hak yang tidak bisa diabaikan bagi seorang muslim yang akan melaksanakan ibadah haji yang dilakukan sebelum melakukan perjalanan haji, ungkap Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep Dr. Jamaruddin, M.Ag pada pelaksanaan manasik haji yang berlangsung selama dua hari (Senin – Selasa, 2-3 Juli 2018), diikuti setidaknya sebanyak 307 calon jamaah haji Kabupaten Pangkep, di Mesjid Agung Pangkep, Senin (2/7/2018).

Manasik haji dilakukan untuk dapat memberikan pemahaman kepada setiap calon jamaah haji tentang tujuan utama keberangkatan para calon jamaah haji ke tanah suci mekkah. Tujuan dari diadakannya manasik haji adalah untuk mempermudah calon jamaah haji dalam memahami tentang ibadah haji baik secara teoritis maupun praktis sehingga diharapkan menjadi calon jamaah haji yang mandiri dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik dan benar.

Manfaat manasik haji antara lain dapat mengetahui tentang doa-doa sunnah mulai dari keluar rumah untuk melaksanakan ibadah haji sampai kembali ke tanah air Indonesia dari Mekkah, dapat memberikan pemahaman mana yang wajib, rukun, sunnah dan haram saat melaksanakan ibadah haji, dapat mengetahui kondisi mekkah dan madinah yang akan berguna untuk persiapan ibadah haji nantinya, dapat saling mengenal jamaah lain sehingga saat di Mekkah dapat saling membantu, diajarkan bahasa Arab untuk percakapan ringan.
Bupati Pangkep, H. Syamsuddin A. Hamid,SE saat membuka manasik haji mengemukakan, setiap tahunnya pemkab memberikan perhatian terhadap jemaah haji. Alhamdulillah, setiap tahun jumlah calon jamaah haji Pangkep terus meningkat.

“Selain memberikan manasik secara umum. CJH kita asal Pangkep ini, juga dibekali pelatihan mental bagi jemaah haji di pesantren,” kata mantan Kepala Desa Batara Kecamatan Labakkang.

Sumber teropong bulusaraung menyebutkan, jumlah CJH Pangkep sebanyak 304 orang, TPHD dua orang, mutasi satu orang dari provinsi Maluku TPIHI 1 orang. Jumlah jemaah laki-laki 128 orang, perempuan 179 orang, sehingga totalnya 307 orang. (86/tb)