Share : Sponsori Konser Musik, PT. Sampoerna Diduga Langgar PP dan Perda Rokok

oleh -422 views

Parepare, Suaralidik.com – Pagelaran konser musik yang diadakan pada malam penutupan HUT Parepare ke-59 di Lapangan Andi Makkasau Parepare menyisahkan polemik terkait adanya sponsor dari salah satu pabrikan rokok yaitu Sampoerna.

Ketua LSM Lidik Pro Parepare AR. Arsyad, SH mengemukakan bahwa kegiatan yang dilakukan di Lapangan Andi Makkasau tersebut diduga menyalahi Peraturan Pemerintah PP 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan dan Perda Kota Parepare no. 9 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

“Ada beberapa dugaan pelanggaran yang kami dapatkan pada pagelaran konser tersebut. Menurut Peraturan Pemerintah nomor 109 tahun 2012 bahwa dalam suatu kawasan tanpa rokok, dilarang keras dilakukan kegiatan seperti menjual rokok, mengiklankan rokok serta merokok itu sendiri”, ungkap Arsyad.

“Kawasan tanpa rokok sesuai yang tercantum dalam Perda nomor 9 tahun 2014 termasuk Sarana Olahraga dan tempat bermain anak. Sedang pagelaran konser yang disponsori oleh rokok Sampoerna tersebut dilakukan di Lapangan Andi Makkasau”, tambahnya.

Diketahui bahwa pagelaran konser musik yang disponsori rokok Sampoerna tersebut dilakukan di Lapangan Andi Makkasau yang notabene merupakan tempat olahraga dan tempat bermain anak. Bahkan dalam kegiatan tersebut terdapat logo Sampoerna yang dianggap sebagai iklan untuk penonton.

Mirisnya, konser yang gratis tersebut ditutup dengan seng dan setiap pengunjung yang hendak masuk harus memperlihatkan KTP karna dalam Peraturan Pemerintah bahwa anak dibawah umur 18 tahun dilarang ikut dalam kegiatan yang dilakukan oleh pabrikan rokok. Nyatanya, dalam konser tersebut didapat ada anak dibawah umur 18 tahun yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurut Arsyad ini adalah pelanggaran berat dan bisa jadi akan berdampak sangat negatif kepada PT. Sampoerna.

Dugaan adanya pelanggaran yang dilakukan PT. Sampoerna di perparah dengan tidak diterimanya media untuk mengkonfirmasi terkait kegiatan tersebut dengan alasan Pimpinan atau salah satu Pimpinan PT. Sampoerna lagi tidak ditempat. Padahal, dalam kawasan parkir terlihat banyak kendaraan pribadi.

“Kami akan pelajari lebih lanjut dugaan ini. Kalau memang dinyatakan melanggar, maka siap siap saja akan ada sanksi berat menanti PT. Sampoerna”, tegas Arsyad. (RIS/AD)