Siswa Baru SMP Negeri 2 Balocci Melonjak Drastis

oleh
Siswa Siswi Baru SMP 2 Ballocci Pangkep Saat Berpose Didepan Sekolah

Pangkep, Suaralidik.com – Tahun pelajaran 2018 – 2019 terjadi lonjakan siswa baru di SMP Negeri 2 Balocci Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan. Lonjakan tersebut mencapai 30% dibanding tahun pelajaran 2017 – 2018 silam.

Lonjakan siswa baru di SMP Negeri 2 Balocci Kabupaten Pangkep, itu lebih disebabkan karena meningkatnya kesadaran dan kepercayaan orang tua siswa untuk menyekolahkan anak-anaknya lembaga pendidikan menengah pertama yang terbilang berada dibawah kaki gunung bulusaraung.

Penambahan jumlah siswa baru di SMP Negeri 2 Balocci tahun pelajaran 2018 – 2019 setara dengan 5 (lima) kelas, ungkap Kepala SMP Negeri 2 Balocci Kabupaten Pangkep, Dr. Mansyur Eppe, S.Pd., M.Si kepada wartawan, Kamis (12/7/2018).

Selama tiga tahun terakhir, kami sadar terjadi penurunan jumlah siswa secara bertahap hingga 10%, yang berarti ada penurunan kepercayaan masyarakat. Faktor inilah yang memicu dan memacu kami untuk merebut kembali kepercayaan tersebut, beber Mansyur Eppe.

Sekolah sesungguhnya dibangun oleh pondasi kepercayaan dari orang tua siswa. Mereka memercayakan anaknya ke sekolah atas dasar anak mereka akan memperoleh pendidikan yang berkualitas. Oleh sebab itu, SMP Negeri 2 Balocci tidak menjanjikan apapun kecuali pendidikan berkualitas untuk para siswa.

Berbagai program yang telah kami luncurkan, Insya Allah akan kami jalankan karena itu adalah pertaruhan bagi kami. Blingual Teaching and Learning, kelas olimpiade bagi siswa yang berbakat, ada bidang matematika, IPA, dan IPS demi kelanjutan SMP Negeri 2 Balocci sebagai pusat pembinaan olimpiade matematika SD adalah program – program yang tetap kami kembangkan dan tingkatkan.

Terima kasih kepada seluruh orang tua siswa. Semangat buat seluruh teman-teman guru dan staf SMP Negeri 2 Balocci, tandas Mansyur Eppe menegaskan.

Peningkatan jumlah siswa berarti peningkatan tanggungjawab dan kualitas profesionalisme kita. Semoga kita tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat. (86/TB)