banner 728x250

SMP Negeri 19 Makassar Laksanakan Simulasi PTM Terbatas

  • Bagikan
Peserta didik
Peserta didik SMP Negeri 19 Makassar berbaris untuk antrian Swab , sebelum memulai PTM secara terbatas ||

MAKASSAR, SUARALIDIK.com – UPT SPF SMPN 19 Makassar melaksanakan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas usai terpilih menjadi sekolah percontohan tingkat SMP Negeri dan Swasta, yang dimulai Senin (04/10/2021).

Kepala Sekolah SMPN 19 Makassar, Muhammad Kasim, S.Pd mengatakan, sekolah kami terpilih menjadi sekolah percontohan simulasi PTM dikarenakan, salah satu dilihat dari jumlah siswa kami. Karena kami salah satu sekolah yang jumlah siswanya terbanyak yang ada di Kecamatan Manggala.

banner 728x250

Dimana acuan Dinas Kesehatan Kota Makassar dalam simulasi PTM terbatas ini adalah, mencoba 30 persen dari jumlah siswa. Akan tetapi keputusan Wali Kota Makassar bisa 50 persen untuk sekolah yang jumlah siswanya banyak.

“Jumlah siswa kami keseluruhan yaitu 1.056, dan yang sudah di vaksin tahap pertama sekitar 600 siswa lebih. Dan untuk jadwal vaksin kedua kita dijadwalkan tanggal 26 Oktober 2021 yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar dan Polsek Manggala,” ujar Muhammad Kasim, Kamis (07/10/2021).

“Dimana dalam PTM terbatas ini kami memakai 2 sesi. Jadi hari senin kelas 7 sesi pertama datangnya jam 7, belajarnya jam 9, dan pulangnya jam 12. Sedangkan sesi kedua datangnya jam 8, belajarnya jam 10, dan pulangnya jam 1 siang. Demikian pula hari selasa untuk kelas 8, dan hari rabu untuk kelas 9, masing-masing dilakukan 2 sesi,”jelasnya.

“Jadi kami pihak sekolah menyiapkan 22 ruangan/kelas setiap hari untuk masing-masing tingkatan selama pembelajaran tatap muka berlangsung,” tambahnya.

Muhammad Kasim menjelaskan, saat simulasi PTM terbatas, kami mengarahkan anak-anak kami untuk tetap menjalankan protokol kesehatan, dimulai dengan mencuci tangan terlebih dahulu memakai sabun, memakai masker, cek suhu tubuh, memakai hand sanitizer dan tetap menjaga jarak.

“Kami berharap PTM ini berjalan dengan aman dan lancar, dan semoga siswa kami tidak ada yang positif dan OTG yang bisa menimbulkan klaster baru,”tutupnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *