SMPN 1 Bulukumba Wakili Sulsel Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional

oleh
Photo : Wabup Bulukumba Tommy Satria Yulianto nampak mendampingi Tim penilai nasional Lomba Sekolah Sehat yang diketuai Anjar Purwani meninjau sekolah

BULUKUMBA, Suaralidik.Com – SMP Negeri 1 Bulukumba yang mewakili Sulawesi Selatan dalam lomba Sekolah Sehat tingkat nasional mendapatkan kunjungan penilaian dari pusat. Tim penilai nasional yang diketuai Anjar Purwani meninjau sekolah yang didirikan sejak tahun 1961 tersebut, Kamis, 9 Agustus.

Kepala SMPN 1 Bulukumba, Muh Asdar dalam sambutannya menyampaikan profil sekolah yang telah berusia 57 tahun. Sekolah tersebut dibangun di atas lahan 2 hektare yang berada di Kelurahan Caile. Sekolah unggulan tingkat SMP di Bulukumba itu mengikuti sekolah sehat untuk kali ketiga. Tahun 2014 dalam persaingan ketat tingkat Provinsi Sulsel yang diikuti 24 sekolah belum memperoleh juara. Selanjutnya tahun 2016 berhasil meraih juara III dan lomba sekolah tahun 2017 meraih juara 1 tingkat provinsi. Selanjutnya sekolah ini mewakili Sulsel pada tingkat nasional tahun 2018.

“Harapan kami semoga tahun ini sekolah kami menjadi juara tingkat nasional. Kalau tidak bisa juara tiga yah juara 1 lah,” ujarnya saat sambutan di Aula SMPN 1 Bulukumba.

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto mengatakan, selama pemerintahan Sukri-Tomy dalam kurun waktu 2,5 tahun, terus berbenah untuk peningkatan kualitas pendidikan. Tak hanya fokus pada nilai raport akademik siswanya. Namun faktor lain yang berperan penting dalam menciptakan generasi yang cerdas. Seperti menggenjot kualitas kesehatan yang lebih baik. Harapannya, pemerintah dapat menjadikan sekolah di Bulukumba menjadi rumah bagi anak-anak.

“Bagaimana sekolah menjadi tempat yang nyaman bagi siswa. Sekolah sebagai rumah kedua mereka. Jadi syaratnya harus nyaman dan sehat,” ujarnya.

Harapan lain yang disampaikan Tomy, bahwa pihak sekolah tak hanya memaknai kedatangan tim penilai untuk perlombaan. Tetapi mereka menerima masukan atau input yang lebih baik terkait pencapaian Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

“Indikator-indikator UKS tersebut kita harapkan diterapkan dapat di seluruh sekolah di Bulukumba, sama seperti Adiwiyata. Bukan hanya diterapkan di SMP 1 Bulukumba,” katanya.

Sementara itu, Anjar Purwani mengatakan, anak-anak merupakan agen atau mata rantai untuk peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan yang bermanfaat, anak-anak sebagai ujung tombak pembangunan bangsa terdidik dengan baik. Seperit contoh dalam kegiatan UKS sangat bermanfaat.

“Dalam program UKS, anak-anak membiasakan berperilaku hidup bersih dan sehat,” jelasnya.

Menurutnya SMPN 1 Bulukumba merupakan salah satu dari 25 sekolah yang dinilai se Indonesia. Lomba berjenjang tak hanya menjadi tanggung jawab sekolah.  Namun menjadi bagian dari tanggung jawab pembina. Tim melalukan survei untuk membuktikan kelayakan untuk sekolah sehat.

Di ketahui pada lomba sekolah sehat ini, ada 4 wakil dari Sulawesi Selatan yaitu dari TK Bhayangkari Bone, SDN 200 Sengkang, SMPN 1 Bulukumba dan SMAN 5 Gowa.(***Humas/Iswanto)